Kabasurau.co.id: Jakarta – Presiden Amerika Serikat, Bapak Donald J. Trump, mengklaim bahwa United States Navy berhasil menenggelamkan sekitar 46 kapal militer Iran dalam beberapa hari terakhir selama eskalasi konflik di kawasan Teluk. Pernyataan ini disampaikan Bapak Trump sebagai bagian dari laporan terkait operasi militer Amerika Serikat di wilayah strategis tersebut. (10/3/2026).
Bapak Trump bahkan menyebut bahwa personel militer Amerika Serikat menilai menenggelamkan kapal-kapal tersebut lebih “menyenangkan” dan “lebih aman” dibandingkan harus menangkapnya. “Militer memberi tahu saya bahwa lebih menyenangkan untuk menenggelamkan mereka daripada menangkapnya, dan juga jauh lebih aman,” ujarnya, yang dikutip sejumlah media internasional.
Meski demikian, hingga saat ini klaim 46 kapal yang ditenggelamkan masih berasal dari pernyataan pihak Amerika Serikat dan belum diverifikasi oleh sumber independen. Pihak Iran, termasuk Islamic Revolutionary Guard Corps maupun Islamic Republic of Iran Navy, juga belum memberikan konfirmasi resmi terkait jumlah kapal yang dihancurkan seperti yang disebutkan Bapak Trump.
Situasi ini menambah ketegangan yang sudah tinggi di kawasan Teluk, yang merupakan jalur pelayaran vital bagi perdagangan energi global. Para analis menilai bahwa klaim seperti ini dapat memengaruhi persepsi internasional terkait eskalasi konflik serta risiko terhadap keamanan dan stabilitas regional.
Komunitas internasional tetap memantau perkembangan situasi di Teluk secara ketat, mengingat dampak potensial yang luas terhadap stabilitas ekonomi dan politik global. Sementara itu, publik diimbau untuk menunggu konfirmasi dari sumber resmi sebelum menyimpulkan dampak operasi militer yang sedang berlangsung.
Sumber: Kompas.com



