Kondisi ini telah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir dan mulai mengganggu aktivitas harian masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar seperti memasak, mandi, dan mencuci.
Nezila, salah seorang warga yang juga berprofesi sebagai perawat di , mengungkapkan bahwa ketidakstabilan pasokan air sangat menyulitkan dirinya, terutama dengan jadwal kerja yang padat.
“Air PDAM sekarang susah, kadang hanya hidup malam hari, bahkan sering tidak mengalir sama sekali. Tapi pembayaran tetap seperti biasa, tidak ada penurunan,” ujarnya, Minggu (12/4/2026).
Menurutnya, kondisi ini tidak sebanding dengan kewajiban pembayaran yang tetap berjalan normal setiap bulan. Ia berharap ada kebijakan atau solusi dari pihak terkait agar pelayanan air bersih bisa kembali stabil atau setidaknya ada penyesuaian biaya.
Keluhan serupa juga dirasakan oleh warga lainnya di kawasan tersebut. Mereka berharap pemerintah daerah dan pihak PDAM segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki distribusi air serta memberikan kejelasan terkait kondisi layanan yang tidak optimal.
Hingga saat ini, warga masih bertahan dengan berbagai cara alternatif untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari, sembari menunggu adanya perbaikan dari pihak berwenang.
Reporter: Ilvan



