Kabasurau.co.id: Padang — Kenaikan harga sejumlah bahan pangan strategis mulai dirasakan masyarakat Kota Padang pada Senin (27/4/2026). Lonjakan harga terjadi pada komoditas utama seperti cabai merah, bawang merah, dan daging ayam di sejumlah pasar tradisional, sehingga memengaruhi pola belanja warga dan menekan daya beli masyarakat.
Berdasarkan pantauan di Pasar Raya Padang dan Pasar Bandar Buat, kenaikan paling mencolok terjadi pada komoditas hortikultura serta protein hewani. Sementara itu, beberapa kebutuhan pokok lain seperti beras dan minyak goreng tercatat relatif stabil, bahkan sebagian mengalami penurunan harga dibandingkan hari sebelumnya.
Meski aktivitas jual beli di pasar masih berlangsung normal, perilaku konsumen mulai berubah. Banyak warga kini memilih membeli kebutuhan dalam jumlah lebih sedikit guna menyesuaikan pengeluaran rumah tangga di tengah kenaikan harga.
Salah seorang pedagang cabai dan bawang di Pasar Raya Padang, Yose Hendra (45), mengatakan kenaikan harga mulai terjadi sejak akhir pekan lalu. Menurutnya, gangguan pasokan dari daerah sentra produksi menjadi salah satu faktor utama yang mendorong naiknya harga di pasaran.
“Harga cabai merah sekarang Rp40 ribu per kilogram, sebelumnya Rp37 ribu. Bawang merah juga naik sedikit. Biasanya kalau pasokan terganggu, harga langsung ikut naik,” ujarnya.
Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat. Pedagang lainnya, Rina, mengungkapkan bahwa banyak pelanggan kini mengurangi jumlah pembelian.
“Biasanya beli satu kilogram, sekarang paling setengah kilogram, bahkan ada yang seperempat kilogram. Jadi terasa juga bagi kami pedagang,” katanya.
Kenaikan harga bahan pangan ini menjadi perhatian karena dapat memicu tekanan ekonomi rumah tangga, terutama bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah untuk menjaga kelancaran distribusi pasokan dan menstabilkan harga kebutuhan pokok di pasaran.
Reporter: Ilvan



