Kabasurau.co.id: MENTAWAI — Di wilayah Kepulauan Mentawai, keberadaan masjid dan musala memiliki peran yang jauh melampaui fungsi ibadah semata. Bagi masyarakat Dusun Rokdog, Desa Madobag, Kecamatan Siberut Selatan, Musala Insan Madani Mangorut menjadi pusat kehidupan sosial dan spiritual yang tak tergantikan. Rabu,(1/4/2026).
Di tengah kondisi geografis yang terpencil, satu musala kerap menjadi satu-satunya tempat ibadah dalam satu kawasan. Jarak antar masjid yang berjauhan membuat masyarakat sangat bergantung pada keberadaan fasilitas tersebut untuk menjalankan aktivitas keagamaan.
“Di Mentawai, satu kampung bisa hanya memiliki satu masjid atau mushalla. Jaraknya jauh, tidak seperti di kota,” ujar Ustadz Umur Bin Khattab, Kamis (19/3/2026).
Musala Insan Madani selama ini digunakan untuk berbagai kegiatan, mulai dari salat berjamaah, pelaksanaan salat Jumat, hingga pembelajaran mengaji bagi anak-anak. Dalam keterbatasan fasilitas, aktivitas tersebut tetap berjalan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari warga.
Keberadaan musala juga menjadi ruang berkumpul, mempererat hubungan sosial antarwarga, serta menjadi pusat pembinaan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
Dengan dilakukannya renovasi melalui program Masjid dan Musala Berseri dari BAZNAS RI, diharapkan fungsi musala sebagai pusat kegiatan masyarakat semakin optimal. Selain meningkatkan kenyamanan ibadah, perbaikan ini juga memperkuat peran musala sebagai pilar kehidupan sosial di pelosok Mentawai.
Di tempat yang jauh dari hiruk pikuk kota, musala bukan hanya bangunan—melainkan nadi yang menjaga ritme kehidupan masyarakat tetap berjalan.
Reporter: Ilvan



