Sejak ba’da Maghrib, kawasan masjid telah dipenuhi jamaah. Lantai utama, selasar, hingga area luar masjid dipadati peserta yang datang untuk menyimak nasihat tentang pentingnya menjaga keluarga di tengah derasnya tantangan zaman.
Dalam ceramahnya, Ustadz Syafiq menegaskan bahwa ada dua fitnah besar yang perlu diwaspadai setiap Muslim, yakni syahwat dan syubhat. Menurutnya, syahwat dapat menyeret manusia pada hawa nafsu yang melampaui batas, sementara syubhat menyesatkan seseorang melalui pemahaman yang kabur dan menyimpang dari kebenaran.
“Dua fitnah berbahaya, syahwat dan syubhat,” demikian pesan yang disampaikan kepada jamaah. Ia mengajak umat Islam agar membentengi diri dan keluarga dengan ilmu syar’i, ibadah, serta lingkungan yang baik.
Selain itu, beliau juga mengingatkan tentang hadits Rasulullah SAW mengenai pertimbangan dalam memilih pasangan hidup. Disebutkan bahwa wanita dinikahi karena empat hal, yakni hartanya, nasabnya, kecantikannya, dan agamanya. Namun Rasulullah menekankan agar umat memilih karena agamanya, sebab itulah jalan menuju keberkahan rumah tangga.
Tema kajian dinilai sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Di tengah arus digitalisasi, krisis moral, dan pengaruh budaya luar, keluarga disebut sebagai benteng pertama dalam menjaga iman serta akhlak generasi muda.
Sebelum mengisi Tabligh Akbar di Padang, Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah menyempatkan diri mengunjungi warga terdampak banjir di Gurun Laweh, Kecamatan Nanggalo, Sabtu (25/4/2026), sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang masih berjuang bangkit pascabencana.
Kawasan tersebut merupakan daerah binaan Dareliman Peduli bersama Surau TV dalam program pembinaan masyarakat pascabencana, dan dalam kunjungan yang turut didampingi Ustadz M. Elvi Syam itu, beliau memberikan tausiyah, nasihat, serta motivasi kepada warga di Mushalla Nurul Ihsan.
Kegiatan tabligh akbar ini terselenggara atas sinergi dan dukungan SRB, gerakan Bangkit Untuk Mulia, Yayasan Dar el-Iman, Dakwah Sunnah Padang, Surau TV, Ashiil TV, serta dukungan pengurus Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, sehingga kegiatan dapat berlangsung lancar dan mendapat sambutan luas dari masyarakat.
Malam itu, Padang bukan hanya menjadi tempat berkumpulnya ribuan orang, tetapi juga saksi bahwa di tengah hiruk pikuk dunia, masih banyak hati yang rindu pada ilmu dan cahaya petunjuk.
Reporter: Ilvan | fotografer: Dicky, Vebri, dan Al Amin



