Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Ads

Sampah Liar Menumpuk di Batang Anai, Pemkab Mulai Soroti Pola Buang Sampah Warga

Kabasurau.co.id: PADANG PARIAMAN — Persoalan tumpukan sampah liar di sepanjang jalan nasional kawasan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, kembali menjadi perhatian pemerintah daerah. Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DLHPKPP) kini mulai menelusuri pola perilaku masyarakat dalam membuang sampah sebagai langkah mencari solusi permanen atas maraknya Tempat Pembuangan Sementara (TPS) ilegal.

Survei lapangan mulai dilakukan pada Rabu (6/5/2026) dengan menyasar sejumlah kawasan kompleks perumahan di lima nagari, yakni Katapiang, Kasang, Sungai Buluah, Sungai Buluah Barat, dan Sungai Buluah Selatan. Wilayah tersebut dinilai menjadi titik krusial munculnya tumpukan sampah di lokasi yang tidak semestinya.

Salah satu titik yang paling disorot berada di kawasan Taman Woles dekat Jembatan Kembar. Area publik yang seharusnya menjadi ruang terbuka bagi masyarakat itu justru kerap dipenuhi tumpukan sampah yang diduga dibuang secara ilegal oleh warga maupun pengguna jalan.

Kepala DLHPKPP Padang Pariaman, Andri Satria Masri, mengatakan survei dilakukan untuk mengidentifikasi akar persoalan yang menyebabkan TPS liar terus bermunculan meski pembersihan rutin dilakukan.

“Kami perlu mengetahui pola dan perilaku pengelolaan sampah masyarakat agar solusi yang dirumuskan nantinya sesuai dengan kondisi di lapangan,” ujar Andri, Rabu (6/5/2026).

Sebanyak 25 petugas lapangan diterjunkan untuk melakukan pendataan langsung. Mereka menelusuri kondisi fasilitas pembuangan sampah rumah tangga, termasuk kemungkinan kurang memadainya layanan pengangkutan sampah yang memicu warga membuang limbah ke pinggir jalan nasional.

Selama ini, dugaan bahwa warga kompleks perumahan menjadi penyumbang sampah di titik-titik ilegal masih bersifat hipotesis. Namun, munculnya tumpukan sampah secara berulang di jalur utama Batang Anai dinilai menunjukkan adanya persoalan serius dalam sistem pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga hingga pengangkutan akhir.

“Hasil survei ini nantinya menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” tambah Andri.

Selain persoalan teknis, rendahnya partisipasi kolektif masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga juga menjadi tantangan tersendiri. Hingga kini, belum semua kawasan perumahan memiliki sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi antara warga, pengelola kompleks, dan pemerintah nagari.

Kondisi tersebut membuat sejumlah jalur hijau dan pinggir jalan di Batang Anai terus berisiko menjadi lokasi pembuangan sampah liar. Padahal kawasan itu merupakan pintu gerbang Kabupaten Padang Pariaman yang dilalui ribuan kendaraan setiap hari.

Keberadaan sampah liar tidak hanya merusak estetika lingkungan, tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat serta mencemari daerah aliran sungai di sekitar kawasan tersebut.

Pemerintah daerah kini didorong tidak hanya berhenti pada tahap survei, tetapi juga menghadirkan sistem pengelolaan dan penjemputan sampah yang efektif agar masyarakat tidak lagi membuang sampah di lokasi ilegal.

Reporter: Ilvan 
Baca Juga
Tags

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Below Post Ad

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Surau TV, Klik : WA Grup & Telegram Channel
Copyright © 2025 - Kabasurau.co.id | All Right Reserved