Bapak Syafril, Kepala BPBD Sumbar, menjelaskan kepada wartawan di Posko Penanggulangan Bencana Dharmasraya pada Kamis pagi, bahwa banjir ini dipicu oleh hujan intensitas tinggi yang berlangsung selama hampir 12 jam berturut-turut. Sungai Batanghari yang melintasi wilayah Dharmasraya mengalami luapan air sehingga merendam pemukiman dan lahan pertanian warga.
BPBD setempat bersama aparat pemerintah daerah langsung menurunkan tim tanggap darurat, termasuk perahu karet, pompa air, dan logistik darurat, untuk membantu evakuasi dan memberikan bantuan kebutuhan dasar kepada warga terdampak. “Prioritas kami saat ini adalah menyelamatkan warga dan menyediakan kebutuhan pokok di lokasi terdampak banjir,” ujarnya.
Warga terdampak, seperti Ibu Nurhayati, seorang pedagang di Nagari Sungai Rumbai, mengaku kesulitan mengungsi sementara rumahnya terendam air setinggi 90 cm. “Kami terpaksa pindah ke rumah kerabat untuk sementara karena banjir cukup tinggi,” ujarnya saat ditemui di lokasi pengungsian.
Selain memantau banjir, BPBD Sumbar juga mengingatkan warga di lereng bukit dan pinggiran sungai untuk tetap waspada terhadap kemungkinan longsor dan banjir susulan. Posko darurat di sejumlah kecamatan tetap siaga 24 jam untuk menanggapi setiap kondisi darurat yang muncul.
Pemerintah daerah bersama BNPB menegaskan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat, terutama dalam menjaga keselamatan diri, anak-anak, dan lansia, serta mempersiapkan jalur evakuasi ketika hujan deras kembali mengguyur wilayah Dharmasraya. Langkah ini dinilai krusial untuk meminimalkan risiko korban jiwa akibat banjir yang terjadi pada awal Januari 2026.
Sumber: bnpb.go.id



