Dalam keterangan tertulis, BMKG menyebut bahwa potensi hujan lokal lebih tinggi pada sore dan malam hari, khususnya di kabupaten Agam, Solok, Padang Pariaman, Pasaman Barat, dan Dharmasraya. Hujan ringan diperkirakan terjadi secara sporadis, sedangkan wilayah pesisir akan mengalami angin kencang dengan kecepatan 15–30 km/jam. (bmkg.go.id)
“Cuaca di Sumatera Barat awal Januari 2026 akan cenderung berawan hingga berawan tebal, dengan peluang hujan ringan hingga sedang di sebagian besar wilayah, serta potensi angin kencang di pesisir,” jelas Bapak Prakirawan BMKG Kelas II Minangkabau, saat ditemui di kantor BMKG Padang, Selasa pagi. BMKG juga mengimbau masyarakat untuk tetap memantau informasi cuaca terbaru. (bmkg.go.id)
Pemprov Sumatera Barat melalui BPBD setempat menindaklanjuti prakiraan BMKG dengan penyiapan posko siaga bencana dan monitoring wilayah rawan banjir dan longsor. Kepala BPBD Sumbar, Bapak Syafril, menyatakan bahwa warga di lereng bukit dan kawasan pesisir agar selalu waspada terhadap potensi hujan deras yang bisa memicu banjir lokal maupun tanah longsor. (sumbar.antaranews.com)
BMKG menegaskan bahwa prakiraan cuaca bersifat dinamis, sehingga masyarakat dihimbau untuk menyesuaikan aktivitas harian, terutama bagi petani, nelayan, dan masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana. Selain itu, BMKG juga mengimbau agar jalan dan jembatan rawan longsor dipantau secara rutin untuk mencegah korban jiwa dan kerugian materi. (bmkg.go.id)
Dengan prakiraan hujan lokal dan angin kencang ini, BPBD Sumbar bersama aparat pemerintah daerah diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan warga, menyiapkan jalur evakuasi, dan menyediakan logistik darurat jika terjadi banjir maupun longsor pada awal Januari 2026.
Sumber: sumbar.antaranews.com.



