Dalam penjelasannya, BPS menyebutkan bahwa penurunan harga terjadi akibat meningkatnya pasokan dari daerah penghasil dan perbaikan akses logistik yang sempat terganggu akibat bencana. Selain itu, koordinasi dengan pemerintah daerah terkait distribusi pangan membantu mengurangi tekanan harga di pasar lokal. Suasana di pasar tradisional Sumbar menunjukkan aktivitas normal, dengan pedagang dan pembeli melakukan transaksi seperti biasa.
Ibuk Fitri Handayani, analis ekonomi BPS, menambahkan bahwa stabilisasi harga juga diiringi peningkatan pengawasan terhadap distribusi komoditas strategis. “Kami terus memonitor harga di tingkat pasar dan memastikan stok cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” jelas Ibuk Fitri. Pemerintah daerah diimbau untuk tetap mendukung mekanisme distribusi dan menjaga pasokan agar harga tetap terkendali.
Penurunan harga kebutuhan pokok ini menjadi kabar baik bagi masyarakat, terutama mereka yang terdampak bencana dan membutuhkan stabilitas ekonomi. “Dengan harga yang mulai stabil, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok tanpa tekanan berlebih, sekaligus mendukung pemulihan ekonomi lokal,” pungkas Bapak Rudi Santoso.
Sumber: Antara news



