Pusat Pengamatan dan Aktivitas Vulkanik – Menurut laporan resmi dari Pos Pengamat Gunung Api Marapi, “Telah terjadi erupsi Gunung Marapi, Sumatera Barat pada tanggal 18 Januari 2026 pukul 10.51 WIB dengan tinggi kolom abu teramati lebih kurang **300 meter di atas puncak.” Pernyataan tersebut disampaikan oleh petugas PGA, Bapak Ilhamdi Saputra, melalui catatan tertulis yang diterima media. Aktivitas vulkanik ini terekam jelas di alat seismogram dengan durasi lebih dari dua menit, menunjukkan intensitas letusan yang cukup tinggi.
Suasana di Sekitar Gunung Api – Warga desa-desa di lereng Marapi melaporkan kepulan abu putih keabu-abuan yang tampak bergerak condong ke arah utara hingga timur laut gunung. “Kolom abu terlihat sangat tebal dan sempat mengganggu jarak pandang di sejumlah titik pemukiman,” kata salah seorang warga yang berada di area pengamatan. Kondisi ini menciptakan kepanikan ringan di sejumlah komunitas lokal, sehingga masyarakat diminta untuk tetap tenang namun waspada.
Imbauan Otoritas dan Tindakan Pencegahan – Respon cepat juga dilakukan oleh instansi terkait di Sumbar dengan mengimbau masyarakat di radius tiga kilometer dari kawah untuk bersiap menghadapi potensi dampak lanjutan. Petugas Bapak Ilhamdi Saputra menekankan pentingnya masyarakat mematuhi peringatan serta tidak mendekati area berbahaya tanpa perlindungan. Pihak berwenang juga mengharapkan warga terus mengikuti informasi resmi dari PGA dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah.
Pencatatan Seismik dan Data Teknis – Berdasarkan catatan seismograf, erupsi kali ini berlangsung sekitar 2 menit 25 detik dengan amplitudo maksimum yang menunjukkan tekanan letusan cukup kuat dari dalam tubuh gunung. Aktivitas ini menandakan bahwa vulkanisme Marapi masih aktif dan perlu diawasi secara berkelanjutan oleh PVMBG serta instansi terkait lainnya. Masyarakat lokal diwajibkan menghindari kawasan berisiko untuk keselamatan bersama.
Penutup – Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa atau kerusakan signifikan yang diterima dari sumber resmi, namun warga tetap dihimbau untuk waspada. Otoritas kebencanaan Sumatera Barat memastikan akan terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik ini dan memberikan informasi terbaru kepada publik sesuai dengan fakta di lapangan. Peristiwa erupsi Gunung Marapi hari ini kembali mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman bencana alam di wilayah rawan vulkanik.
Sumber: Padang ekspres



