Penyebab Penurunan Harga – Menurut pengamatan BPS, faktor penurunan harga ini disebabkan oleh kestabilan pasokan dari daerah penghasil dan mulai membaiknya kondisi distribusi pascabencana banjir dan longsor di beberapa wilayah Sumbar. “Harga cabai merah dan bawang putih menurun karena ketersediaan stok di pasar meningkat dan permintaan relatif stabil,” jelas Kepala BPS Sumatera Barat, pada konferensi pers di Padang, Minggu, 18 Januari 2026, pukul 10.00 WIB. Selain itu, faktor cuaca yang mendukung panen juga turut memperlancar pasokan.
Suasana di Pasar Tradisional – Di Pasar Raya Padang, pedagang dan pembeli menyambut baik kondisi harga yang lebih stabil. Ibuk Sari Wahyuni, salah seorang pedagang sayur, menyampaikan, “Hari ini banyak pembeli yang datang karena harga cabai dan bawang sudah lebih terjangkau, ini tentu sangat membantu ibu rumah tangga.” Aktivitas jual-beli terlihat meningkat dibandingkan minggu sebelumnya, menciptakan suasana pasar yang ramai namun tertib.
Tindakan Pemerintah dan Pemantauan Harga – Pemerintah daerah Sumbar melalui Dinas Perdagangan terus memantau perkembangan harga kebutuhan pokok untuk menjaga stabilitas. Bapak Rizal Hendri, Kepala Dinas Perdagangan Sumbar, mengatakan, “Kami akan terus melakukan pengawasan distribusi dan memberikan intervensi bila diperlukan agar harga tetap terjangkau bagi masyarakat.” Langkah ini juga didukung dengan koordinasi antar-pelaku pasar, distributor, dan petani lokal.
Penutup – Dengan penurunan harga kebutuhan pokok ini, masyarakat di Sumatera Barat mendapatkan sedikit kelegaan dari tekanan biaya hidup yang meningkat beberapa bulan terakhir. Pihak berwenang menegaskan bahwa pemantauan harga akan terus dilakukan untuk menjaga kestabilan ekonomi lokal dan melindungi daya beli masyarakat. Situasi ini diharapkan dapat mendorong perekonomian Sumbar tetap stabil dan mendukung kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Sumber: Antara news



