Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Ads

Kerugian Bencana Hidrometeorologi di Agam Tembus Rp6,5 Triliun, Korban Jiwa Terus Bertambah

Kabasurau.co.id: AGAM — Kerusakan dan kerugian materil akibat bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Agam sejak akhir November 2025 terus mengalami peningkatan signifikan. Berdasarkan data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam hingga Jumat (2/1/2025), total kerugian ditaksir mencapai Rp6,5 triliun. Nilai tersebut mencakup kerugian di berbagai sektor, mulai dari perumahan, infrastruktur, perekonomian, sosial, hingga lintas sektor.

BPBD Kabupaten Agam mencatat kerusakan paling besar terjadi pada sektor infrastruktur. Kerugian di sektor ini ditaksir mencapai lebih dari Rp4 triliun akibat rusaknya jalan, jembatan, irigasi, serta fasilitas umum lainnya. Selain itu, sektor perumahan juga mengalami dampak serius dengan estimasi kerugian materil mencapai lebih dari Rp500 miliar akibat rumah warga yang rusak ringan hingga rusak berat.

Kerugian signifikan juga terjadi pada sektor perekonomian masyarakat. BPBD Agam melaporkan sektor pertanian, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta pariwisata mencatat kerugian lebih dari Rp500 miliar. Kondisi ini berdampak langsung pada penurunan pendapatan masyarakat dan terhentinya sejumlah aktivitas ekonomi di wilayah terdampak.

Dari sisi kemanusiaan, bencana hidrometeorologi ini menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar. Hingga Jumat (2/1/2025), tercatat sebanyak 164 orang meninggal dunia, 38 orang dinyatakan hilang, serta 3.370 jiwa masih berada di lokasi pengungsian. Para pengungsi tersebar di sejumlah posko darurat yang disiapkan pemerintah daerah dan relawan.

Berdasarkan pendataan BPBD Agam, dari 16 kecamatan yang terdampak, wilayah dengan tingkat kerusakan paling parah berada di Kecamatan Palembayan, Tanjung Raya, dan Malalak. Intensitas kerusakan di ketiga kecamatan tersebut dipengaruhi oleh kondisi geografis serta tingginya curah hujan yang memicu banjir bandang dan longsor. BPBD juga menyebutkan bahwa jumlah kerusakan masih berpotensi bertambah karena cuaca ekstrem masih terjadi di sejumlah wilayah.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan pendataan lanjutan dan upaya penanganan darurat di lapangan. Masyarakat diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan petugas mengingat potensi bencana susulan masih tinggi. Pemerintah berharap dengan penanganan terpadu dan dukungan semua pihak, dampak bencana dapat ditekan dan proses pemulihan dapat segera berjalan.

Sumber: Kata sumbar

Baca Juga
Tags

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Below Post Ad

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Surau TV, Klik : WA Grup & Telegram Channel
Copyright © 2025 - Kabasurau.co.id | All Right Reserved