Dalam pelaksanaannya, mahasiswa akan diterjunkan untuk membantu proses pemulihan fasilitas sekolah, perpustakaan, dan pusat kegiatan masyarakat yang rusak akibat bencana alam. Selain itu, mereka juga akan terlibat dalam pendampingan psikososial bagi anak-anak dan keluarga korban, agar dapat kembali beraktivitas secara normal. Suasana kegiatan terlihat penuh semangat, dengan mahasiswa dari berbagai universitas yang berkoordinasi bersama pemerintah daerah di lokasi terdampak.
Ibuk Lestari Nugroho, Koordinator Program Pemulihan Bencana Kementerian, menambahkan bahwa partisipasi universitas tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga melibatkan penelitian untuk mitigasi risiko bencana di masa depan. “Kami berharap pengalaman ini dapat menjadi pembelajaran bagi mahasiswa, sekaligus membantu masyarakat untuk bangkit lebih cepat,” jelas Ibuk Lestari. Program ini dijadwalkan berlangsung selama beberapa bulan, tergantung tingkat kerusakan dan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.
Kegiatan kolaboratif antara pemerintah dan universitas ini menjadi bukti sinergi antara pendidikan tinggi dan masyarakat dalam menghadapi bencana. “Upaya ini menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya di ruang kelas, tetapi juga berperan aktif dalam memecahkan masalah nyata di masyarakat,” tutup Bapak Arif Prasetyo, menegaskan pentingnya keterlibatan akademisi dalam pemulihan pasca-bencana.
Sumber: Antaranews



