Kabasurau.co.id: Jakarta — Menteri Keuangan Republik Indonesia, Bapak Purbaya Yudhi Sadewa, menilai penangkapan Presiden Venezuela Bapak Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat (AS) tidak memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian Indonesia, khususnya pada sektor pasar keuangan. Penilaian tersebut disampaikan menyusul tetap stabilnya indikator-indikator ekonomi nasional di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik. Bahkan, pasar saham domestik justru mencatatkan penguatan.
Pernyataan itu disampaikan Bapak Purbaya Yudhi Sadewa kepada wartawan di kawasan Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin (5/1/2025), usai menghadiri agenda pemerintahan. Dalam suasana wawancara singkat, ia menjelaskan bahwa konflik tersebut belum menimbulkan tekanan berarti bagi pasar keuangan Indonesia. “Pasar saham kita justru naik, artinya belum ada dampak besar dari konflik itu,” ujar Bapak Purbaya.
Selain pasar saham, Bapak Purbaya Yudhi Sadewa juga menyinggung pergerakan nilai tukar rupiah. Menurutnya, rupiah seharusnya berada pada tren positif karena Indonesia merupakan negara net importir minyak. Penurunan harga minyak global justru berpotensi menurunkan nilai impor dan memberikan sentimen positif bagi perekonomian nasional.
“(Rupiah) harusnya positif. Karena kalau harga minyak turun, kita kan sekarang net importir, jadi nilai impor juga turun,” kata Bapak Purbaya Yudhi Sadewa saat memberikan keterangan di lingkungan Istana Kepresidenan. Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut menjadi salah satu faktor penopang stabilitas ekonomi Indonesia di tengah dinamika global. Pemerintah, menurutnya, terus memantau perkembangan pasar secara cermat.
Lebih lanjut, Bapak Purbaya menjelaskan bahwa dampak yang paling mungkin dirasakan dari konflik AS dan Venezuela adalah pergerakan harga minyak dunia. Dalam jangka pendek, sempat muncul kekhawatiran akan terganggunya suplai minyak global akibat insiden tersebut. Namun, kekhawatiran itu dinilai tidak beralasan mengingat kapasitas produksi minyak Venezuela yang relatif terbatas dalam beberapa tahun terakhir.
“Kalau di short run mungkin orang pikir suplainya turun. Tapi Amerika sudah izinkan drilling di Alaska, jadi enggak terlalu ngaruh ke suplai,” ujar Bapak Purbaya Yudhi Sadewa. Ia menilai langkah tersebut turut menjaga keseimbangan pasokan minyak global. Dengan demikian, tekanan terhadap harga energi diperkirakan tetap terkendali.
Menutup keterangannya, Bapak Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah akan terus menjaga stabilitas ekonomi nasional dan memantau dampak geopolitik global secara berkelanjutan. Ia memastikan kebijakan fiskal dan koordinasi dengan otoritas terkait tetap diarahkan untuk melindungi perekonomian Indonesia. Pemerintah optimistis fundamental ekonomi nasional tetap kuat di tengah berbagai ketidakpastian global.
Sumber: IDXChannel.com



