Keterangan Resmi Pemerintah – “Penyaluran bansos ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mendukung kesejahteraan masyarakat terdampak bencana di Sumbar, Sumut, dan Aceh,” jelas Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial, saat konferensi pers di Jakarta, Minggu, 18 Januari 2026, pukul 14.00 WIB. Menurutnya, dana tersebut akan disalurkan secara bertahap melalui kantor pos dan bank penyalur yang bekerja sama dengan pemerintah daerah.
Suasana Penyaluran di Sumbar – Di beberapa kecamatan di Sumatera Barat, proses penyaluran bansos berjalan tertib dengan pengawasan aparat desa dan Dinas Sosial setempat. Ibuk Fitriani, seorang penerima PKH di Kecamatan Padang Barat, mengatakan, “Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami, terutama untuk membeli kebutuhan pokok dan biaya sekolah anak.” Suasana penyaluran terlihat lancar, dengan warga antre sesuai prosedur dan tetap menerapkan protokol kesehatan.
Koordinasi Pemerintah dan Mitra Penyalur – Pemerintah daerah bekerja sama dengan Kantor Pos, bank penyalur, dan aparat desa untuk memastikan bansos diterima tepat sasaran. Bapak Hendri Saputra, Kepala Dinas Sosial Sumbar, menegaskan, “Kami memastikan semua penerima terdata dengan benar sehingga bantuan sosial ini efektif meringankan beban masyarakat.” Monitoring juga dilakukan secara berkala untuk mengantisipasi kendala distribusi di lapangan.
Penyaluran bansos Rp1,8 triliun di Sumbar dan wilayah sekitarnya menjadi langkah nyata pemerintah dalam mempercepat pemulihan pascabencana. Pihak berwenang berharap masyarakat dapat memanfaatkan bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya dan tetap menjaga koordinasi dengan aparat desa untuk kelancaran program. Program ini sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan kesejahteraan sosial masyarakat terdampak bencana.
Sumber: Kompas.com



