Bantuan alat berat tersebut dikirimkan langsung dari Pekanbaru menuju titik terdampak paling parah, khususnya di wilayah Muato Pisang, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Fokus utama pengoperasian excavator ini adalah untuk melakukan pembersihan material longsor dan sisa banjir yang menutup akses jalan utama penghubung Lubuk Basung dan Bukittinggi. Selain membuka akses jalan, alat berat ini juga akan dikerahkan untuk membantu pembersihan puing-puing di pemukiman warga yang terdampak cukup parah.
Di sela-sela proses persiapan pemberangkatan bantuan di Markas Polda Riau, Bapak Kapolda Riau menyampaikan pesan simpatinya yang mendalam terhadap para korban bencana. Dengan suasana khidmat dan penuh empati, beliau menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk solidaritas antara provinsi yang bertetangga. Beliau juga memantau langsung kesiapan personel yang akan mengawal pengoperasian alat berat tersebut di lokasi bencana.
"Musibah yang menimpa masyarakat Agam adalah duka bagi kita semua, termasuk warga Riau yang secara geografis dan emosional memiliki hubungan sangat dekat dengan Sumatera Barat," ujar Bapak Kapolda Riau dalam keterangannya di hadapan jajaran pejabat utama Polda Riau pada Jumat pagi. Beliau menambahkan bahwa bantuan ini bertujuan untuk mempercepat normalisasi jalur-jalur yang selama ini terisolasi akibat tumpukan material bencana. Harapannya, kehadiran tambahan alat berat ini dapat membuat kerja tim gabungan di lapangan menjadi lebih efektif, terutama dalam membuka kembali jalur logistik yang sempat terhambat.
Normalisasi akses jalan menjadi prioritas utama agar penyaluran bantuan pangan dan medis bagi warga terdampak dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Polda Riau berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat dan tim evakuasi guna memastikan alat berat tersebut bekerja optimal di titik-titik krusial. Melalui sinergi lintas daerah ini, diharapkan proses pemulihan kondisi sosial dan ekonomi di Kabupaten Agam dapat berlangsung lebih cepat sehingga warga dapat kembali beraktivitas dengan normal.
Sumber: Polresta Agam



