Menurut Bapak Syafril, Kepala BPBD Sumbar, banjir terjadi di beberapa kabupaten, termasuk Pasaman Barat, Dharmasraya, dan Solok Selatan, dengan ketinggian air mencapai 50–130 cm di sejumlah permukiman. Warga yang terdampak diminta untuk tetap berada di lokasi aman dan mengikuti arahan petugas BPBD serta relawan.
BPBD Sumbar bersama tim tanggap darurat dari pemerintah daerah menyalurkan bantuan logistik, termasuk makanan siap saji, air bersih, selimut, dan obat-obatan. “Tim kami terus memantau wilayah terdampak dan memastikan evakuasi berjalan lancar,” ujar Pak Syafril saat berada di Posko Darurat Padang, Jumat (9/1/2026).
Selain banjir, beberapa wilayah di lereng bukit juga mengalami tanah longsor ringan, khususnya di kecamatan yang berbatasan dengan sungai. BPBD menghimbau warga untuk menghindari area rawan longsor dan selalu mengikuti arahan petugas di lapangan.
Pemerintah provinsi Sumatera Barat terus berkoordinasi dengan BNPB untuk memastikan kesiapsiagaan dan pemantauan cuaca di wilayah terdampak. Posko siaga bencana tetap aktif 24 jam, terutama di daerah yang rawan banjir dan longsor, untuk menanggapi setiap kondisi darurat yang muncul.
BNPB menegaskan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat, termasuk menyediakan jalur evakuasi, menyimpan kebutuhan darurat, dan selalu memantau informasi resmi terkait cuaca dari BMKG. Hal ini dianggap krusial untuk meminimalkan risiko korban jiwa akibat bencana alam.
Dengan langkah tanggap darurat yang terus dijalankan, diharapkan warga terdampak banjir di Sumatera Barat dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih aman dan pemulihan sosial-ekonomi masyarakat dapat berlangsung lebih cepat.
Sumber: BNPB



