Kegiatan pembersihan dilakukan di Kampung Tanjung, Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan pada Kamis (8/1/2026), melibatkan puluhan personel Sat Brimob Polda Sumbar bersama tiga unit alat berat ekskavator yang mengeruk genangan lumpur dari saluran irigasi sepanjang 1,5 kilometer. Pekerjaan ini ditargetkan dapat diperluas hingga dua kilometer dalam beberapa hari ke depan.
“Kami sudah menyelesaikan pembersihan sepanjang 1,5 kilometer selama satu pekan terakhir. Insya Allah, dalam dua hari ke depan bisa mencapai target dua kilometer,” kata Bapak Kompol Dasrinal, Kepala Sub Satuan Tugas Tanggap Darurat Sat Brimob Polda Sumbar, saat ditemui di lokasi kerja, Jumat sore.
Pembersihan saluran irigasi ini tidak hanya bertujuan membersihkan lumpur dari kanal, tetapi juga untuk mengembalikan aliran air ke lahan persawahan warga dan mencegah genangan di pemukiman sekitar. Upaya tersebut juga dibantu dengan dukungan mobil pemadam kebakaran yang membersihkan lumpur di selokan yang menuju rumah warga setempat.
Selain itu, anggota Sat Brimob juga melakukan pembuatan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga terdampak bencana di beberapa titik wilayah Kabupaten Agam. Langkah ini merupakan respons atas banyaknya sumur penduduk yang tercemar material banjir yang menyebabkan kesulitan air bersih.
Pembersihan irigasi dan upaya pemulihan infrastruktur lain, termasuk ruang sekolah, sarana ibadah, hunian sementara, serta jembatan darurat, menjadi prioritas utama agar akses serta aktivitas kehidupan masyarakat dapat kembali normal. Di beberapa lokasi, pembangunan jembatan dan infrastruktur darurat telah selesai dan dimanfaatkan warga untuk mobilitas sehari-hari.
Warga setempat menyampaikan apresiasi terhadap kehadiran dan kerja keras personel Brimob dalam mempercepat proses pemulihan dampak bencana. Bapak Fahmi, salah seorang warga, menyatakan bahwa pemulihan irigasi dan jembatan darurat benar-benar memberikan dampak positif terhadap akses ekonomi dan sosial di daerah mereka pascabencana.
Upaya ini menunjukkan sinergi aparat keamanan bersama masyarakat dan unsur pemerintah daerah dalam menangani dampak pascabanjir secara komprehensif. Pemulihan infrastruktur seperti irigasi dan jalan menjadi langkah awal menuju kegiatan ekonomi normal serta mendukung pertanian lokal di Kabupaten Agam yang selama beberapa minggu terhambat akibat terputusnya aliran air dan akses jalan.
Dengan berlanjutnya kegiatan pembersihan, pembangunan, dan bantuan teknis ini, diharapkan masyarakat di Kabupaten Agam dan wilayah terdampak lainnya di Sumatera Barat dapat segera kembali beraktivitas secara produktif dan mandiri, sekaligus mengurangi tekanan sosial akibat bencana alam yang terjadi beberapa pekan sebelumnya.
Sumber: Info Sumbar



