Dalam pertemuan resmi dengan jajaran biro keuangan, Bapak Agus Santoso, Kepala Badan Keuangan Daerah Pasaman Barat, menyatakan bahwa keterlambatan penyerapan dana transfer memengaruhi sisa kas akhir tahun. "Beberapa dana dari pemerintah pusat memang belum masuk ke kas daerah, sehingga tercatat sisa kas yang cukup besar. Kami terus memantau agar dana tersebut dapat segera digunakan sesuai peruntukannya," ujarnya, Sabtu (17/1/2026) siang.
Suasana rapat di kantor bupati terlihat serius, dengan kehadiran perwakilan setiap OPD dan pengelola keuangan desa. Ibuk Siti Rahma, Sekretaris Daerah Pasaman Barat, menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan sisa kas. "Kami ingin memastikan sisa kas ini digunakan tepat sasaran dan tidak menimbulkan permasalahan administratif di kemudian hari," katanya.
Lebih lanjut, Bapak Agus Santoso menambahkan bahwa pemerintah daerah berupaya memaksimalkan pemanfaatan sisa kas untuk kegiatan prioritas, termasuk pembangunan infrastruktur dan bantuan sosial. "Sisa kas ini akan diprioritaskan untuk program yang berdampak langsung pada masyarakat, agar manfaatnya nyata dan tepat waktu," jelasnya.
Penutupan rapat diwarnai arahan Bapak Agus dan Ibuk Siti kepada seluruh OPD untuk melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah pusat. "Kolaborasi yang baik antara daerah dan pusat menjadi kunci agar dana transfer dapat terserap maksimal, serta pelayanan kepada masyarakat tetap optimal," tutup Bapak Agus.
Sumber: CNN Indonesia



