Berdasarkan data Refinitiv, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ditutup menguat di level Rp16.770 per dolar AS atau naik 0,24 persen pada akhir perdagangan hari ini. Penguatan tersebut sekaligus memperpanjang tren positif rupiah yang tercatat menguat selama empat hari perdagangan berturut-turut. Sepanjang hari, rupiah bergerak stabil dalam rentang Rp16.750 hingga Rp16.785 per dolar AS.
Dalam keterangannya kepada awak media usai rapat Komisi XI DPR RI, Bapak Misbakhun menyampaikan rasa syukurnya atas respons positif pasar terhadap keputusan tersebut. “Alhamdulillah rupiah menguat saat Thomas terpilih,” ujar Bapak Misbakhun dalam suasana pengumuman hasil fit and proper test yang berlangsung pada Senin sore. Ia menambahkan bahwa penguatan rupiah sudah terlihat bahkan sebelum proses uji kelayakan selesai dilaksanakan.
Bapak Misbakhun juga menjelaskan bahwa keputusan memilih Bapak Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI telah diambil dalam rapat internal Komisi XI DPR RI sekitar pukul 16.00 WIB. Waktu tersebut bertepatan dengan penutupan perdagangan rupiah di pasar valuta asing. Adapun pengumuman resmi hasil pemilihan baru disampaikan kepada publik pada pukul 17.50 WIB di hari yang sama.
Lebih lanjut, Bapak Misbakhun menuturkan bahwa pemilihan Bapak Thomas Djiwandono disepakati secara bulat oleh seluruh perwakilan fraksi di Komisi XI DPR RI. Anggota komisi menilai paparan yang disampaikan Bapak Thomas menyoroti isu strategis, khususnya mengenai pentingnya sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter. Isu tersebut dinilai relevan dan krusial dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika global.
Menurut Bapak Misbakhun, kemampuan Bapak Thomas Djiwandono dalam membangun kepercayaan menjadi nilai tambah yang signifikan bagi Bank Indonesia. Kepercayaan tersebut dinilai penting untuk memperkuat solidaritas internal BI serta menjaga kredibilitas kebijakan moneter di mata pelaku pasar. Dengan terpilihnya Deputi Gubernur BI yang baru, Komisi XI DPR RI berharap stabilitas nilai tukar dan ketahanan ekonomi nasional dapat terus terjaga ke depan.
Sumber: CNBC Indonesia



