Kabasurau.co.id: Agam — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,2 mengguncang wilayah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Senin (16/2/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Getaran gempa dilaporkan terasa hingga sejumlah daerah lain seperti Kota Bukittinggi dan Kabupaten Kepulauan Mentawai. Peristiwa tersebut sempat membuat warga panik dan keluar dari rumah serta bangunan perkantoran untuk menyelamatkan diri.
Berdasarkan informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di laut sekitar 97 kilometer barat daya Kabupaten Agam dengan kedalaman yang tergolong menengah. BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Padang, Bapak Rahmat Triyono, dalam keterangan pers yang disampaikan di Padang pada Senin sore sekitar pukul 15.30 WIB, menyatakan bahwa gempa disebabkan oleh aktivitas tektonik di zona subduksi lempeng. “Gempa yang terjadi merupakan akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia terhadap Eurasia. Hingga saat ini belum terdeteksi adanya aktivitas susulan yang signifikan,” ujar Bapak Rahmat dalam suasana konferensi pers yang berlangsung tertib.
Di sejumlah titik di Kabupaten Agam, warga terlihat berkumpul di lapangan terbuka dan halaman rumah. Aktivitas belajar-mengajar di beberapa sekolah sempat dihentikan sementara untuk memastikan kondisi bangunan aman. Aparat pemerintah daerah bersama unsur TNI dan Polri melakukan pemantauan langsung ke lapangan untuk mengantisipasi dampak lanjutan.
Bupati Agam, Bapak Andri Warman, saat meninjau salah satu lokasi terdampak pada pukul 16.45 WIB, menyampaikan bahwa hingga laporan sementara diterima, tidak terdapat kerusakan berat maupun korban jiwa. “Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan BMKG dan instansi terkait,” kata Bapak Andri dalam keterangannya kepada awak media.
Hingga Senin malam, situasi di Kabupaten Agam dan wilayah sekitarnya dilaporkan berangsur kondusif. Warga mulai kembali beraktivitas seperti biasa, meskipun sebagian masih memilih berjaga di luar rumah sebagai langkah antisipasi. Pemerintah daerah memastikan akan terus memberikan pembaruan informasi resmi kepada masyarakat guna menjaga ketenangan dan kewaspadaan bersama.
Sumber: kompas.com



