Dalam pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh dialog tersebut, Bapak Mahyeldi Ansharullah menyampaikan bahwa rekomendasi yang diserahkan merupakan hasil perumusan gagasan strategis dari para pemangku kepentingan. Rekomendasi itu dirancang untuk mengoptimalkan peran wakaf dan dana umat dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, pengelolaan wakaf yang produktif akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Penyerahan rekomendasi ini menjadi bagian dari ikhtiar kami untuk mendorong pengelolaan wakaf dan dana umat secara lebih produktif, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat,” ujar Bapak Mahyeldi Ansharullah saat menyampaikan penjelasan kepada Menteri Agama RI di Ruang VIP Masjid Istiqlal, Selasa siang. Ia menegaskan bahwa wakaf tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai instrumen pembangunan berkelanjutan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangkaian audiensi resmi antara Pemprov Sumbar dan Kementerian Agama RI.
Diketahui, Seminar Wakaf Internasional yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat pada 14 hingga 16 November 2025 lalu telah menghasilkan sejumlah rekomendasi penting. Rekomendasi tersebut menekankan penguatan tata kelola wakaf dan ekonomi syariah secara terarah dan berkelanjutan. Hasil seminar itu melibatkan akademisi, praktisi ekonomi syariah, serta pemangku kebijakan dari dalam dan luar negeri.
Lebih lanjut, Bapak Mahyeldi Ansharullah menjelaskan bahwa potensi dana umat seperti zakat dan wakaf memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Ia menilai potensi tersebut akan memberikan manfaat optimal apabila dikelola secara profesional dan berlandaskan prinsip tata kelola yang baik. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat menjadi kunci dalam mendorong implementasi kebijakan ekonomi syariah.
Menurut Gubernur, audiensi dengan Menteri Agama RI tersebut tidak hanya bersifat seremonial. Pertemuan itu juga menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi dan keselarasan langkah antara Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Kementerian Agama RI. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong transisi dari tataran konseptual menuju implementasi nyata pengelolaan wakaf dan dana umat di daerah.
Dalam pertemuan tersebut, Bapak Mahyeldi Ansharullah didampingi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sumbar Bapak Ahmad Zakri, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setdaprov Sumbar Bapak Nolly Eka Mardiato, serta Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat Bapak Mustafa beserta jajaran. Kehadiran para pejabat tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat pengelolaan ekonomi syariah. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berharap rekomendasi yang diserahkan dapat menjadi dasar kebijakan nasional yang berdampak luas bagi pembangunan dan kesejahteraan umat.
Sumber: Humas Sumbar



