Pertemuan koordinasi tersebut berlangsung di Ruang Rapat Utama Gedung Sarulla, Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, pada Kamis siang (5/2/2026) dengan suasana yang sangat serius dan tertutup bagi publik di awal sesi. Menteri ESDM, Bapak Bahlil Lahadalia, memimpin langsung jalannya rapat yang dihadiri oleh direksi PT Pertamina (Persero) serta perwakilan perusahaan penyalur BBM swasta lainnya. Beliau menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen penuh untuk menjaga keseimbangan antara daya beli masyarakat dan keberlangsungan industri energi nasional.
"Peninjauan harga ini merupakan rutinitas yang didasarkan pada Keputusan Menteri terkait formulasi harga dasar BBM umum guna mengikuti perkembangan pasar global secara transparan. Bapak ingin memastikan bahwa setiap perubahan harga yang terjadi nantinya tidak akan memberikan guncangan yang tidak perlu terhadap inflasi nasional yang saat ini sudah cukup stabil. Bapak menginstruksikan agar badan usaha tetap memberikan pelayanan terbaik dan menjamin ketersediaan stok di seluruh SPBU," ujar Bapak Bahlil Lahadalia saat memberikan keterangan pers singkat usai pertemuan tersebut.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Ibuk Nicke Widyawati, menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan ketat terhadap Mean of Platts Singapore (MOPS) sebagai salah satu acuan utama penetapan harga. Dalam sesi wawancara di lobi gedung, beliau menyampaikan bahwa efisiensi operasional di sisi hulu hingga hilir terus ditingkatkan untuk menekan biaya pokok produksi. Beliau juga menambahkan bahwa masyarakat kini semakin cerdas dalam memilih jenis BBM yang sesuai dengan spesifikasi kendaraan mereka guna menjaga performa mesin.
"Pertamina akan selalu patuh pada regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah dan kami terus berupaya agar harga BBM non-subsidi seperti Pertamax Series tetap terjangkau bagi pelanggan setia kami. Ibuk mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan spekulasi yang berlebihan karena stok BBM nasional dalam kondisi yang sangat aman untuk 30 hari ke depan. Ibuk pastikan distribusi ke wilayah-wilayah terpencil tetap menjadi prioritas utama kami agar tidak terjadi kelangkaan di daerah," tegas Ibuk Nicke Widyawati dengan penuh keyakinan kepada para wartawan.
Pemerintah dijadwalkan akan mengumumkan hasil penyesuaian harga ini dalam beberapa hari ke depan setelah seluruh data teknis selesai divalidasi oleh tim ahli. Melalui kebijakan yang terukur, diharapkan sektor transportasi dan logistik dapat terus bergerak tanpa hambatan biaya energi yang ekstrem. Penjagaan stabilitas harga energi ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam mempertahankan tren positif pertumbuhan ekonomi nasional di awal kuartal pertama tahun 2026.
Sumber: info Tanggerang



