Berdasarkan pemantauan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Air Bangis pada pukul 07.30 WIB, hasil tangkapan didominasi ikan tongkol dan kembung dengan volume relatif stabil dibandingkan hari sebelumnya. Aktivitas bongkar muat berjalan tertib dengan pengawasan petugas pelabuhan. Para nelayan menyatakan bahwa kondisi gelombang masih dalam batas aman untuk kapal berukuran kecil hingga menengah.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat dalam keterangannya menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap perubahan cuaca mendadak. “Kami meminta nelayan memastikan perlengkapan keselamatan lengkap sebelum berangkat. Informasi cuaca dari BMKG harus selalu dipantau agar risiko di laut dapat diminimalkan,” ujar Bapak Kepala Dinas saat ditemui di Padang.
Selain itu, DKP Sumbar juga terus berkoordinasi dengan pengelola pelabuhan dan kelompok nelayan untuk memastikan ketersediaan bahan bakar serta fasilitas penunjang lainnya. Pemerintah provinsi menilai sektor perikanan tangkap memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan perekonomian daerah pesisir. Oleh karena itu, stabilitas aktivitas nelayan menjadi perhatian utama.
Seorang nelayan setempat menyampaikan bahwa kondisi laut pada pagi hari relatif tenang meskipun awan tampak tebal di cakrawala. Ibuk salah seorang pedagang ikan di TPI juga mengungkapkan bahwa permintaan pasar masih cukup baik menjelang akhir pekan. Aktivitas ekonomi di kawasan pesisir pun berjalan seperti biasa.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menegaskan komitmennya untuk terus mendukung keberlanjutan sektor perikanan dengan tetap mengutamakan keselamatan kerja nelayan. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat pesisir diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah dinamika cuaca.
Sumber: Padang ekspres



