Kabasurau.co.id: JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara resmi merilis data performa perbankan nasional yang menunjukkan tren positif pada awal tahun fiskal 2026. Penyaluran kredit perbankan tercatat mengalami pertumbuhan signifikan hingga mencapai angka dua digit secara tahunan (year-on-year). Capaian ini menjadi indikator kuat bahwa fungsi intermediasi perbankan berjalan optimal, sekaligus mencerminkan tingginya kepercayaan dunia usaha terhadap stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika pasar global.
Pemaparan hasil pengawasan sektor jasa keuangan tersebut dilangsungkan di Menara Radius Prawiro, Jakarta, pada Kamis sore (5/2/2026). Suasana ruang konferensi pers tampak dipadati oleh para pengamat ekonomi dan jurnalis bisnis yang menyimak presentasi data melalui layar digital interaktif. Ketua Dewan Komisioner OJK, Bapak Mahendra Siregar, menjelaskan bahwa pertumbuhan kredit ini didominasi oleh sektor modal kerja dan investasi, yang menandakan ekspansi bisnis mulai bergerak masif di berbagai daerah.
"Pertumbuhan kredit yang menyentuh angka dua digit di awal kuartal pertama ini adalah bukti nyata bahwa likuiditas perbankan kita dalam kondisi yang sangat memadai untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Bapak melihat bahwa sektor-sektor prioritas seperti hilirisasi industri dan UMKM menjadi penyumbang terbesar dalam portofolio penyaluran kredit kali ini. Bapak berkomitmen untuk terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekspansi kredit dengan prinsip kehati-hatian agar risiko kredit macet tetap terkendali," ujar Bapak Mahendra Siregar saat memberikan penjelasan teknis kepada awak media.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Ibuk Dian Ediana Rae, menambahkan bahwa rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio) perbankan Indonesia saat ini berada di level yang sangat tangguh. Dalam sesi tanya jawab, beliau menekankan pentingnya digitalisasi perbankan dalam mempercepat akses pembiayaan bagi masyarakat di wilayah terpencil. Beliau juga mengingatkan perbankan untuk tetap waspada terhadap potensi risiko pasar yang mungkin timbul dari fluktuasi suku bunga internasional.
"Ketahanan perbankan kita saat ini sangat solid, namun Ibuk mengimbau agar setiap bank tetap melakukan stress test secara berkala untuk mengantisipasi ketidakpastian global. Fokus kita adalah memastikan bahwa aliran kredit ini benar-benar masuk ke sektor produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat. Ibuk akan terus memantau implementasi kebijakan insentif likuiditas agar penyaluran kredit ke sektor hijau atau keberlanjutan dapat terus ditingkatkan," tegas Ibuk Dian Ediana Rae dengan nada lugas dan penuh optimisme.
OJK memprediksi tren pertumbuhan kredit ini akan terus berlanjut hingga akhir semester pertama tahun 2026 seiring dengan meningkatnya konsumsi domestik. Pemerintah dan regulator berencana untuk terus memperkuat sinkronisasi kebijakan guna memastikan sektor keuangan tetap menjadi tulang punggung pemulihan ekonomi nasional. Dengan pengawasan yang ketat dan transparan, diharapkan stabilitas sistem keuangan Indonesia tetap terjaga dari berbagai ancaman krisis di masa mendatang.
Sumber: CNBC Indonesia



