Pencatatan aktivitas ini dilakukan melalui seismogram di pos pengamatan yang menunjukkan adanya getaran harmonik sesaat sebelum hembusan abu terjadi. Suasana di sekitar pos PGA Bukittinggi pada Kamis siang tampak sibuk dengan koordinasi antara petugas pengamat dan BPBD daerah setempat guna memantau arah sebaran abu vulkanik. Bapak Ahmad Rifandi, petugas pengamat Gunung Marapi, menjelaskan bahwa karakter letusan kali ini bersifat freatik dan belum menunjukkan tanda-tanda ancaman awan panas yang signifikan.
"Erupsi yang tercatat pada pukul 09.15 WIB ini memiliki durasi yang cukup singkat, yakni 25 detik, dengan amplitudo maksimal yang masih dalam kategori fluktuatif normal bagi status Level II atau Waspada. Bapak meminta masyarakat untuk tidak terpancing isu-isu yang tidak bertanggung jawab mengenai letusan besar, namun tetap dilarang memasuki radius 3 kilometer dari kawah verbeek. Bapak menekankan bahwa keselamatan pendaki dan warga adalah prioritas utama, sehingga penutupan jalur pendakian tetap diberlakukan hingga waktu yang tidak ditentukan," ujar Bapak Ahmad Rifandi saat memberikan keterangan teknis di hadapan media lokal.
Di tempat terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sumatera Barat, Ibuk Rudy Rinaldy, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiagakan personel di titik-titik rawan bencana di sekitar kaki Gunung Marapi. Dalam rapat koordinasi di Padang pada sore harinya, beliau menginstruksikan pembagian masker kepada warga jika intensitas abu mulai mengganggu aktivitas transportasi dan kesehatan. Beliau juga menambahkan bahwa sistem peringatan dini (Early Warning System) terus dipastikan fungsinya agar evakuasi dapat dilakukan dengan cepat jika status gunung dinaikkan.
"Pemerintah provinsi terus menjalin komunikasi intensif dengan PVMBG untuk mendapatkan data terkini mengenai aktivitas Marapi, mengingat cuaca di puncak sering kali ekstrem. Ibuk mengimbau warga agar senantiasa menyiapkan tas siaga bencana dan mengikuti arahan dari wali nagari serta petugas lapangan kami di lapangan. Ibuk harap para petani di lereng gunung tetap waspada saat bekerja dan segera kembali ke pemukiman jika mendengar suara gemuruh atau melihat perubahan warna pada sumber air," tegas Ibuk Rudy Rinaldy dengan nada lugas namun menenangkan saat meninjau kesiapan logistik.
Hingga berita ini diturunkan, aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dilaporkan masih berjalan normal dan belum terdampak oleh sebaran abu vulkanik tersebut. Masyarakat diminta untuk terus memperbarui informasi melalui kanal resmi pemerintah dan tidak melakukan aktivitas di bantaran sungai yang berhulu di Gunung Marapi guna menghindari ancaman lahar dingin. Koordinasi lintas sektoral dipastikan akan terus ditingkatkan untuk memitigasi segala dampak yang mungkin timbul dari dinamika vulkanik ini.
Sumber: Info Sumbar



