Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Ads

Pakar Ingatkan Risiko “Jebakan Swasembada Beras”, Pemerintah Diminta Siapkan Strategi Berkelanjutan

kabasurau.co.id: Bandung — Kalangan pakar pertanian mengingatkan pemerintah agar mewaspadai potensi “jebakan swasembada beras” setelah Indonesia dinyatakan berhasil mencapai swasembada dalam beberapa waktu terakhir. Peringatan tersebut disampaikan dalam diskusi pertanian yang digelar di Bandung, Jawa Barat, Sabtu. Para ahli menilai keberhasilan swasembada harus diikuti dengan strategi berkelanjutan agar tidak berujung pada stagnasi produksi dan ketergantungan kembali pada impor.

Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa Barat menegaskan bahwa capaian swasembada tidak boleh membuat pemerintah lengah. Dalam forum diskusi yang berlangsung di salah satu gedung pertemuan pertanian di Kota Bandung pada Sabtu siang, Bapak pejabat tersebut menyampaikan bahwa tantangan ke depan justru semakin kompleks. Ia menjelaskan bahwa perubahan iklim, fluktuasi harga gabah, dan distribusi pupuk menjadi faktor krusial yang harus diantisipasi secara sistematis.

“Keberhasilan swasembada harus dijaga dengan kebijakan yang adaptif dan berbasis data. Jika tidak, kita bisa terjebak dalam kondisi surplus semu yang tidak berkelanjutan,” ujar Bapak Ketua HKTI Jawa Barat saat menyampaikan paparan di hadapan peserta diskusi, yang terdiri atas petani, akademisi, dan perwakilan pemerintah daerah.

Dalam kesempatan yang sama, sejumlah akademisi pertanian turut menyoroti pentingnya diversifikasi pangan. Mereka menilai ketergantungan berlebihan terhadap satu komoditas utama berisiko mengganggu stabilitas ekonomi petani apabila terjadi penurunan harga. Selain itu, investasi dalam teknologi pertanian modern dan peningkatan kualitas sumber daya manusia disebut sebagai langkah strategis yang mendesak.

Seorang pengamat kebijakan pangan menyampaikan bahwa peningkatan produktivitas harus berjalan seiring dengan perbaikan tata niaga dan akses pasar. Ia menekankan bahwa stabilitas harga di tingkat petani menjadi kunci agar kesejahteraan produsen tetap terjaga. “Kita tidak hanya berbicara tentang produksi, tetapi juga keberlanjutan sistem pangan nasional secara menyeluruh,” ujarnya dalam sesi tanya jawab pada Sabtu sore.

Para peserta diskusi juga mendorong pemerintah pusat untuk memperkuat koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah. Mereka menilai bahwa kebijakan pangan memerlukan pendekatan terpadu yang melibatkan sektor pertanian, perdagangan, serta infrastruktur. Dengan demikian, risiko jebakan swasembada dapat diantisipasi melalui kebijakan yang komprehensif dan berjangka panjang.

Peringatan tersebut menjadi catatan penting bagi pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Keberhasilan swasembada dinilai sebagai pencapaian strategis, namun tetap membutuhkan penguatan kebijakan dan pengawasan berkelanjutan. Para pakar berharap langkah antisipatif segera dirumuskan agar sektor pertanian nasional tetap tangguh dan berdaya saing di masa depan.

Sumber: kompas.com
Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Below Post Ad

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Surau TV, Klik : WA Grup & Telegram Channel
Copyright © 2025 - Kabasurau.co.id | All Right Reserved