Dalam pernyataannya, Bapak Prabowo mengaku mengetahui adanya pihak-pihak yang meragukan keberhasilan program MBG. Ia menyebut, terdapat narasi yang menyatakan program tersebut akan gagal dan dinilai sebagai bentuk penghamburan anggaran. “Mereka meramalkan proyek ini pasti gagal, program ini menghambur-hamburkan uang,” kata Bapak Prabowo di hadapan para hadirin.
Bapak Prabowo menegaskan bahwa anggaran untuk MBG bukan berasal dari APBN sebagaimana yang dituduhkan sejumlah pihak. Ia menjelaskan bahwa dana tersebut merupakan hasil penghematan dan efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah. Menurutnya, langkah efisiensi tersebut diambil secara terukur bersama timnya untuk memastikan penggunaan anggaran lebih tepat sasaran.
Lebih lanjut, Bapak Prabowo menyampaikan bahwa efisiensi dilakukan untuk mencegah potensi kebocoran dan penyalahgunaan anggaran. Ia menilai bahwa tanpa penghematan yang ketat, dana negara berisiko disalahgunakan oleh oknum tertentu. “Padahal saudara-saudara, uang ini adalah hasil penghematan, hasil efisiensi dari anggaran yang saya dan tim saya yakin, kalau tidak kita hemat, uang ini akan dimakan oleh korupsi, akan dihabis-habiskankan untuk memperkaya oknum-oknum pribadi-pribadi,” tutur Bapak Prabowo.
Program MBG sendiri menjadi salah satu kebijakan yang mendapat sorotan publik sejak diumumkan. Pemerintah menyatakan program tersebut bertujuan meningkatkan asupan gizi masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan. Namun, kritik dan dukungan terus mengiringi pelaksanaannya di berbagai daerah.
Di akhir pernyataannya, Bapak Prabowo kembali menekankan komitmennya untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam setiap kebijakan pemerintah. Ia memastikan bahwa seluruh program yang dijalankan akan diawasi secara ketat agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pemerintah, kata dia, akan terus mengedepankan prinsip efisiensi demi menjaga keuangan negara tetap sehat dan terarah.
Sumber: CNBC Indonesia



