Kegiatan tersebut dirancang untuk mengintegrasikan proses belajar dengan pembentukan karakter spiritual. Anak-anak dibimbing dalam pembiasaan ibadah secara bertahap sesuai usia mereka, sehingga nilai-nilai keimanan dapat tertanam secara alami dalam keseharian.
Pendekatan yang digunakan menitikberatkan pada metode yang edukatif dan menyenangkan, agar anak merasa nyaman serta memahami makna ibadah tanpa tekanan. Dengan demikian, proses pembelajaran tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga menyentuh pembinaan akhlak dan spiritual.
Pembiasaan ibadah sejak usia dini dinilai penting sebagai fondasi pembentukan karakter. Melalui kegiatan rutin dan terarah, anak-anak diharapkan tumbuh menjadi generasi yang beriman, berakhlak Qur’ani, serta memiliki kecintaan kepada ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.
Momentum kegiatan pada Rabu tersebut menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan dalam membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan berakhlak mulia.
Reporter: Ilvan | Redaksi: Kabasurau.co.id



