Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Ads

Tragedi Pantai Ujung Batu Padang: Kronologi Tenggelamnya Tiga Bocah dan Latar Belakang Kejadian

Kabasurau.co.id: Padang – Insiden tragis yang merenggut nyawa tiga bocah terjadi di Pantai Ujung Batu, Kelurahan Pasia Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, pada Sabtu (31/1/2026) siang saat mereka bermain di tepi laut. Ketiga anak yang masih berusia 8 tahun itu tiba‑tiba terseret oleh arus kuat ombak laut hingga tidak lagi terlihat dari bibir pantai. Warga sekitar melaporkan kejadian tersebut kepada petugas setempat dan operasi SAR langsung diaktifkan. 

Kejadian bermula ketika Rozi (8), Akbar (8), dan Akmal (8), ketiganya merupakan siswa Sekolah Dasar dan warga Kelurahan Pasia Nan Tigo, bermain mandi‑mandi di kawasan pantai sekitar pukul 12.00 WIB tanpa pengawasan orang dewasa yang cukup di lokasi yang memiliki arus laut kuat. Kondisi ombak yang cukup tinggi dan perubahan arus secara tiba‑tiba membuat mereka terseret ke tengah laut dalam waktu cepat. Upaya awal pertolongan oleh warga tidak berhasil menghentikan seretan arus tersebut. 

Setelah laporan masuk, Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) Padang bersama unsur instansi lain seperti Polairud, TNI, Brimob, Satpol‑PP, serta warga setempat langsung diterjunkan untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan sejak Sabtu siang hingga keesokan harinya. Pencarian dilakukan dengan membagi tim ke dalam tiga unit yang melakukan penyisiran laut menggunakan perahu karet dan perahu nelayan, serta koordinasi intensif di lokasi kejadian. 

Dalam pencarian tersebut, Akbar (8) dan Akmal (8) berhasil ditemukan oleh warga setempat pada hari kejadian (31/1/2026) dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Evakuasi kedua korban dilakukan warga sebelum kehadiran tim SAR lengkap di lokasi. Pencarian kemudian dilanjutkan sepanjang Sabtu sore hingga malam, dan kembali dilanjutkan pada Minggu pagi oleh seluruh unsur SAR gabungan. 

Korban terakhir, Rozi (8), yang sebelumnya dinyatakan hilang, akhirnya ditemukan oleh Tim SAR gabungan pada Minggu (1/2/2026) pagi dalam kondisi meninggal dunia sekitar 500 meter dari lokasi awal kejadian. Jasad korban dievakuasi secara hati‑hati dan dibawa ke rumah duka untuk proses pemakaman. Kepala Kantor SAR Padang, Bapak Abdul Malik, menyatakan bahwa operasi pencarian ini ditutup setelah seluruh korban berhasil ditemukan. 

Penyebab utama tragedi ini menurut pihak SAR adalah arus ombak kuat dan perubahan arus laut secara mendadak, yang dapat terjadi sewaktu‑waktu saat kondisi laut tidak bersahabat. Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya pengawasan orang dewasa terhadap anak di area pesisir, terutama saat ombak tinggi atau arus laut kuat. 

Keluarga para korban dan warga setempat menyatakan duka cita yang mendalam atas peristiwa ini. Aparat setempat mengimbau masyarakat untuk selalu berhati‑hati dan memperhatikan peringatan keselamatan laut, serta tidak membiarkan anak‑anak bermain terlalu dekat dengan laut tanpa pengawasan dewasa demi mencegah kejadian serupa di masa mendatang. 

Sumber: Info Sumbar 
Baca Juga
Tags

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Below Post Ad

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Surau TV, Klik : WA Grup & Telegram Channel
Copyright © 2025 - Kabasurau.co.id | All Right Reserved