Dalam keterangan resmi yang dipublikasikan melalui akun media sosialnya, Bapak Trump menyampaikan bahwa diskusi dengan Bapak Netanyahu berlangsung produktif namun belum menghasilkan keputusan konkret mengenai langkah lanjutan. Ia menegaskan pentingnya melanjutkan negosiasi untuk melihat apakah kesepakatan diplomatik dengan Iran dapat diwujudkan. “Saya menekankan bahwa negosiasi dengan Iran harus terus berjalan untuk mengetahui apakah sebuah kesepakatan dapat dicapai,” tulis Bapak Trump.
Bapak Trump juga menambahkan bahwa kesepakatan tetap menjadi prioritas jika memungkinkan, tetapi ia tidak menutup kemungkinan hasil lain jika diplomasi gagal mencapai tujuan yang diharapkan. Trump mengingatkan bahwa sebelumnya negosiasi dengan Iran pada 2025 berakhir tanpa kesepakatan, yang kemudian berujung pada serangan terhadap fasilitas nuklir Iran yang dikenal sebagai operasi Midnight Hammer. “Jika kesepakatan itu mungkin, itu akan menjadi pilihan utama,” katanya, “dan jika tidak, kita akan melihat apa hasilnya.”
Sementara itu, Bapak Netanyahu, yang menghadiri pertemuan dengan maksud memperluas pembicaraan diplomatik untuk mencakup isu-isu keamanan tambahan seperti program rudal balistik Iran dan dukungan Teheran kepada kelompok bersenjata, menekankan bahwa Israel menuntut langkah-langkah yang lebih keras dalam setiap diskusi kenegaraan mengenai Iran. Meskipun kedua pemimpin sepakat untuk mempertahankan koordinasi erat, pandangan mereka terkait ruang lingkup negosiasi diplomatik tetap berbeda.
Pertemuan antara kedua pemimpin dunia ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan regional dan tekanan diplomatik untuk mencegah konflik lebih lanjut di Timur Tengah. Meski demikian, upaya dialog diplomatik dinilai oleh para analis internasional sebagai langkah penting untuk meredakan ketegangan yang telah berlangsung lama antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Sebagai penutup, Bapak Trump menegaskan kembali bahwa jalan diplomasi masih terbuka dan akan terus ditempuh, sementara semua pihak tetap memantau perkembangan negosiasi yang berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan dan hubungan internasional secara lebih luas.
Sumber: CNBC Indonesia



