Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Ads

Dugaan Perundungan Siswa di Padang Berujung Depresi Padahal Sudah Lulus di UNAND, Keluarga Harap Penanganan Serius

Kabasurau.co.id: PADANG — Dugaan kasus perundungan yang menimpa seorang siswa sekolah menengah atas di Kota Padang menjadi perhatian publik. Siswa tersebut diketahui merupakan pelajar berprestasi yang telah lulus jalur Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) pada program studi Sastra Indonesia di Universitas Andalas. Namun, di tengah capaian tersebut, yang bersangkutan kini dilaporkan mengalami depresi berat hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit jiwa.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, siswa tersebut merupakan anak sulung dalam keluarganya dan dikenal sebagai pribadi mandiri. Dalam kesehariannya, ia membantu perekonomian keluarga dengan mengangkut buah di pasar sambil tetap bersekolah. Kondisi tersebut menunjukkan upaya kerasnya untuk tetap melanjutkan pendidikan di tengah keterbatasan ekonomi.

Dugaan perundungan disebut terjadi di lingkungan sekolah, di mana korban kerap menerima ejekan dari sejumlah pihak. Ejekan tersebut diduga berkaitan dengan bekal makanan sederhana yang dibawanya setiap hari ke sekolah. Bekal tersebut merupakan hasil usaha sang ibu yang disiapkan sesuai dengan kemampuan ekonomi keluarga.

Tidak hanya itu, korban juga diduga mengalami bentuk perundungan lain yang lebih serius. Informasi yang beredar menyebutkan adanya ancaman menggunakan senjata tajam yang diterima korban. Dugaan perlakuan tersebut dinilai telah menimbulkan tekanan psikologis yang signifikan.

Akibat peristiwa tersebut, kondisi mental korban dilaporkan mengalami penurunan. Korban disebut mengalami kecemasan berlebih, bahkan kesulitan untuk berinteraksi dengan orang lain. Situasi ini berdampak pada terganggunya rencana pendidikan yang sebelumnya telah diraih melalui jalur SNPMB.

Sementara itu, orang tua korban, Ibuk Tiara, saat ini tengah berupaya mencari bantuan untuk biaya pengobatan anaknya. Ia dilaporkan mendatangi sejumlah instansi, termasuk dinas sosial, guna mendapatkan dukungan penanganan medis. Kondisi ini menjadi beban tambahan bagi keluarga yang sebelumnya telah menghadapi keterbatasan ekonomi.

Hingga saat ini, belum terdapat keterangan resmi dari pihak sekolah maupun instansi terkait mengenai kronologi dan penanganan kasus tersebut. Oleh karena itu, diperlukan verifikasi lebih lanjut guna memastikan fakta secara menyeluruh. Penanganan yang objektif dan transparan dinilai penting untuk memberikan keadilan bagi semua pihak.

Kasus ini kembali mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan inklusif bagi seluruh siswa. Perundungan dalam bentuk apa pun berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap kondisi mental dan masa depan anak. Diharapkan seluruh pihak dapat meningkatkan kepedulian serta mencegah terjadinya kejadian serupa di kemudian hari.

Sumber: Tribun News 
Baca Juga
Tags

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Below Post Ad

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Surau TV, Klik : WA Grup & Telegram Channel
Copyright © 2025 - Kabasurau.co.id | All Right Reserved