Kabasurau.co.id: TEHERAN — Pemerintah Iran menegaskan tidak akan mentolerir upaya blokade laut yang menargetkan kapal dagang dan tanker minyaknya. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Komandan Markas Khatam al-Anbiya, Ali Abdollahi, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Rabu (15/4/2026).
Dalam pernyataannya, Abdollahi menilai langkah blokade terhadap jalur pelayaran Iran sebagai tindakan ilegal dan berpotensi memicu pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang berlaku. Ia menegaskan bahwa Iran siap mengambil langkah tegas untuk melindungi kepentingan nasionalnya.
“Iran akan mengambil tindakan kuat untuk mempertahankan kedaulatan dan kepentingan nasionalnya,” ujarnya, seperti dikutip dari Tasnim News Agency.
Lebih lanjut, Iran memperingatkan bahwa jika tekanan terhadap aktivitas pelayaran terus berlanjut, maka dampaknya bisa meluas ke jalur perdagangan energi global. Aktivitas ekspor dan impor di kawasan strategis seperti Teluk Persia, Teluk Oman, hingga Laut Merah berpotensi dihentikan.
Ancaman tersebut menjadi perhatian serius mengingat kawasan tersebut merupakan jalur utama distribusi minyak dunia. Gangguan terhadap jalur ini dinilai dapat memicu lonjakan harga energi global serta memperburuk ketidakstabilan ekonomi internasional.
Situasi ini juga memperlihatkan meningkatnya tensi antara Iran dan Amerika Serikat, yang dalam beberapa waktu terakhir terlibat dalam dinamika konflik kepentingan di kawasan Timur Tengah.
Pengamat menilai, jika eskalasi terus berlanjut tanpa jalur diplomasi yang jelas, maka potensi konflik terbuka dapat meningkat dan berdampak luas, tidak hanya bagi kawasan tetapi juga bagi stabilitas global secara keseluruhan.



