Dua bangunan adat yang terbakar diketahui milik Bapak Alwadrim (65) dari Suku Kutianyia dan Ibuk Suriati (64) dari Suku Salo. Kedua rumah tersebut sebagian besar berbahan dasar kayu sehingga api dengan cepat merambat ke seluruh bagian bangunan. Warga sekitar berupaya menyelamatkan barang-barang berharga sambil menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Limapuluh Kota, Bapak Fiddria Fala, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 10.27 WIB. Setelah menerima informasi tersebut, tim pemadam langsung bergerak menuju lokasi dengan mengerahkan armada dari sejumlah posko. Petugas tiba di tempat kejadian pada pukul 10.43 WIB dan segera melakukan proses pemadaman.
Saat kobaran api membesar dan asap hitam membumbung tinggi di sekitar permukiman, petugas menghadapi kesulitan karena material bangunan didominasi kayu kering. Kondisi tersebut membuat api cepat menjalar ke seluruh bagian rumah dan mengancam bangunan lain di sekitarnya. Namun, petugas bersama warga terus berjibaku melakukan pemadaman agar api tidak semakin meluas.
“Api cepat membesar karena bangunan berbahan kayu. Namun berkat kerja sama petugas dan warga, api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 13.00 WIB,” ujar Bapak Fiddria Fala saat memberikan keterangan di lokasi kejadian, Senin siang. Ia menegaskan koordinasi antara petugas dan masyarakat sangat membantu mempercepat pengendalian api. Menurutnya, respons cepat menjadi faktor penting dalam mencegah kerusakan yang lebih besar.
Dalam proses penanganan kebakaran tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran Limapuluh Kota juga mendapat bantuan dari tim Damkar Kota Payakumbuh dan Kabupaten Tanahdatar. Kehadiran personel tambahan memperkuat upaya pemadaman sekaligus pengamanan area sekitar lokasi kejadian. Berkat kerja sama lintas daerah itu, kobaran api berhasil dicegah agar tidak merembet ke rumah lain.
Petugas mencatat sedikitnya empat unit rumah lain di sekitar lokasi berhasil diselamatkan dari ancaman api yang sempat meluas di area sekitar 40 x 30 meter. Setelah api padam, petugas melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa. Warga pun mulai membersihkan puing-puing bangunan yang hangus terbakar.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama pada bangunan berbahan kayu. Pemerintah daerah diharapkan terus meningkatkan sosialisasi pencegahan kebakaran kepada masyarakat. Sementara itu, warga korban kebakaran diharapkan segera memperoleh bantuan agar dapat kembali bangkit dan melanjutkan kehidupan mereka.
Reporter: Ilvan | foto: Padang Ekspres



