Kabasurau.co.id: BEKASI — Jumlah korban dalam kecelakaan kereta api yang melibatkan rangkaian KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di kawasan Stasiun Bekasi Timur terus diperbarui. Hingga Selasa (28/4) pagi, PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat sebanyak tujuh penumpang meninggal dunia dan 81 orang lainnya mengalami luka-luka.
Vice President Corporate Communication PT KAI, Anne Purba, mengatakan seluruh korban luka telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit sekitar Bekasi.
“Sebanyak 81 penumpang luka-luka sudah dievakuasi dan dirawat. Sementara tujuh penumpang dinyatakan meninggal dunia,” ujarnya.
Menurut KAI, para korban dirujuk ke sejumlah rumah sakit guna mempercepat proses penanganan medis. Petugas gabungan juga masih melakukan pendataan lanjutan terhadap penumpang yang terdampak insiden tersebut.
Kecelakaan terjadi pada Senin malam sekitar pukul 20.52 WIB di kilometer 28+920, tepatnya di area Stasiun Bekasi Timur. Kereta yang terlibat yakni rangkaian KRL relasi Cikarang–Kampung Bandan dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasarturi.
Selain mengevakuasi korban luka, tim gabungan juga masih melakukan proses penyelamatan terhadap sejumlah penumpang yang sempat terjebak di dalam gerbong. Petugas mengutamakan aspek keselamatan dalam setiap tahap evakuasi.
KAI juga menyampaikan bahwa ratusan penumpang KA Argo Bromo Anggrek berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat setelah kejadian berlangsung.
Perusahaan memastikan bertanggung jawab terhadap seluruh dampak kecelakaan, termasuk biaya pengobatan korban, santunan, serta kebutuhan lain yang akan ditangani bersama pihak asuransi.
“Kami memastikan seluruh upaya terbaik dilakukan, baik untuk pengobatan maupun kebutuhan lainnya,” kata Anne.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti tabrakan dua kereta tersebut masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Sementara itu, proses normalisasi jalur dan penanganan di lokasi kejadian masih terus berlangsung.
Reporter: Ilvan



