Gubernur Sumatera Barat, Bapak Mahyeldi Ansharullah, menyampaikan penetapan status siaga tersebut setelah mencermati laporan cuaca dan peningkatan curah hujan dalam beberapa pekan terakhir. Pernyataan itu disampaikan Bapak Mahyeldi saat memimpin rapat koordinasi penanggulangan bencana di Padang, Minggu (28/12/2025). Ia menegaskan bahwa kesiapsiagaan seluruh unsur pemerintah menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko dan dampak bencana.
“Pemerintah daerah tidak boleh lengah. Kita harus siaga sejak dini, mulai dari kesiapan personel, peralatan, hingga logistik kebencanaan,” ujar Bapak Mahyeldi Ansharullah dalam arahannya di hadapan jajaran OPD dan unsur kebencanaan.
Lebih lanjut, Bapak Mahyeldi meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota untuk meningkatkan pemantauan wilayah rawan. Selain itu, koordinasi lintas sektor dengan TNI, Polri, relawan, dan pemerintah nagari juga diminta diperkuat agar respons darurat dapat dilakukan dengan cepat dan terkoordinasi.
Kepala BPBD Sumatera Barat, Bapak Erman Rahman, menjelaskan bahwa sejumlah daerah dengan topografi perbukitan dan aliran sungai besar menjadi prioritas pengawasan. Ia menyebutkan pihaknya telah menyiapkan personel siaga, peralatan evakuasi, serta lokasi pengungsian sementara jika terjadi kondisi darurat. “Kami juga terus mengedukasi masyarakat agar memahami tanda-tanda awal bencana,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama bagi warga yang tinggal di daerah aliran sungai dan lereng perbukitan. Dengan kesiapsiagaan bersama dan peran aktif masyarakat, pemerintah berharap potensi kerugian akibat bencana dapat ditekan dan keselamatan warga tetap terjaga.
Sumber: info sumbar



