Berdasarkan pantauan di lokasi pada Jumat siang, sebagian pondasi bangunan terlihat menggantung akibat tanah di bawahnya tergerus arus sungai. Aliran air Sungai Batang Kuranji tampak keruh dan deras, menghantam langsung dinding penahan di bagian belakang bangunan. Situasi ini membuat struktur bangunan kehilangan penopang dan berisiko runtuh apabila debit air kembali meningkat.
Bapak Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, dalam keterangannya saat meninjau kondisi di sekitar lokasi pada Jumat sore, menyatakan bahwa erosi sungai menjadi ancaman serius bagi bangunan di bantaran Batang Kuranji. “Pada Jumat siang, kami menerima laporan adanya bangunan yang hampir ambruk akibat kikisan arus sungai yang cukup kuat,” ujarnya saat berada di lokasi pemantauan. Ia menjelaskan bahwa peningkatan debit air dan derasnya arus sungai mempercepat pengikisan tanah di sekitar pondasi bangunan.
Menurut Bapak Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, pihaknya telah mengimbau pemilik bangunan dan warga sekitar agar meningkatkan kewaspadaan serta menjauhi area yang berpotensi runtuh. Pada waktu yang sama, BPBD juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan langkah penanganan darurat guna mencegah terjadinya korban jiwa. “Keselamatan masyarakat menjadi prioritas, sehingga area rawan harus segera diamankan,” katanya dalam kegiatan koordinasi lapangan tersebut.
Sebagai langkah lanjutan, BPBD Kota Padang akan melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi Sungai Batang Kuranji, terutama saat terjadi hujan lebat. Pemerintah daerah juga mendorong percepatan upaya penguatan bantaran sungai guna mengurangi risiko serupa di masa mendatang. Dengan upaya tersebut, diharapkan potensi bencana dapat diminimalkan dan keamanan masyarakat sekitar tetap terjaga.
Reporter: Ilvan



