Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Ads

Kapal Nelayan Terbalik di Perairan Angso Duo Pariaman, Evakuasi Dua Korban Tertunda Akibat Cuaca Buruk

Kabasurau.co.id: PARIAMAN — Curah hujan tinggi yang disertai angin kencang menyebabkan sebuah kapal nelayan terbalik di perairan Gabuo Ketek, belakang Pulau Angso Duo, Kota Pariaman, Sumatera Barat. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (2/1/2026) dini hari dan melibatkan dua nelayan asal Kota Pariaman. Hingga Jumat siang, proses evakuasi belum dapat dilakukan karena kondisi cuaca laut yang masih buruk dan berisiko.

Dua nelayan yang dilaporkan berada di lokasi kejadian masing-masing bernama Bapak Dodi Andika dan Bapak Gilang. Keduanya diketahui berangkat melaut dari Muaro Karan Aur pada Kamis (1/1/2026) sekitar pukul 12.00 WIB menuju perairan Gabuo Ketek. Informasi tersebut disampaikan oleh Kepala Satuan Polisi Air (Kasatpol Air) Polres Pariaman, Bapak Iptu Catur Bambang, saat memberikan keterangan kepada wartawan, Jumat.

“Sekitar pukul 05.00 WIB, saat hendak kembali ke Muaro Karan Aur, kapal yang ditumpangi korban terbalik akibat hujan lebat dan angin kencang,” ujar Bapak Iptu Catur Bambang di Mapolres Pariaman, Jumat. Ia menjelaskan bahwa cuaca ekstrem menjadi faktor utama terjadinya kecelakaan laut tersebut. Kondisi gelombang dan angin yang kuat membuat kapal nelayan tidak mampu bertahan.

Lebih lanjut, Bapak Iptu Catur Bambang menerangkan bahwa sekitar pukul 07.00 WIB, Bapak Dodi Andika berhasil menghubungi ayahnya, Bapak Asrul Chan, untuk menyampaikan kondisi kapal yang terbalik di perairan Gabuo Ketek. Setelah menerima informasi tersebut, Bapak Asrul Chan segera melaporkan kejadian itu ke Markas Satpolairud Polres Pariaman. Laporan resmi diterima petugas sekitar pukul 10.10 WIB.

Menindaklanjuti laporan tersebut, jajaran Polres Pariaman langsung bersiaga dan melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pariaman. Namun, upaya evakuasi belum dapat dilaksanakan karena cuaca laut yang masih sangat ekstrem. Kondisi ini dinilai membahayakan keselamatan petugas apabila evakuasi dipaksakan.

“Begitu cuaca sedikit membaik, evakuasi akan langsung kami lakukan. Saat ini kondisi cuaca masih sangat ekstrem dan berisiko untuk pelayaran,” tegas Bapak Iptu Catur Bambang. Ia menambahkan bahwa lokasi kejadian berjarak sekitar satu jam perjalanan laut dari pantai Kota Pariaman. Oleh karena itu, proses evakuasi sangat bergantung pada perubahan dan perbaikan kondisi cuaca laut demi menjamin keselamatan seluruh pihak yang terlibat.

Sumber: jawapos.com
Baca Juga
Tags

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Below Post Ad

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Surau TV, Klik : WA Grup & Telegram Channel
Copyright © 2025 - Kabasurau.co.id | All Right Reserved