Suasana di posko prakiraan cuaca BMKG terlihat intens pada akhir pekan, dimana para ahli meteorologi secara berkala mengamati pergerakan massa awan hujan dan parameter cuaca. “Potensi hujan sedang hingga lebat yang kami prediksi berpeluang terjadi di beberapa provinsi pada tanggal 5 Januari 2026 dapat disertai kilat, petir, serta angin kencang,” jelas Bapak Teguh Raharjo, Kepala Bidang Meteorologi Publik BMKG, dalam konferensi pers singkat di Jakarta. Pernyataan tersebut dikeluarkan saat tim BMKG memantau data radar cuaca nasional di ruang kontrol BMKG pusat.
BMKG menyatakan bahwa prakiraan cuaca ekstrem ini perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah dan masyarakat umum. Kota-kota besar maupun daerah perbukitan yang rawan longsor dianjurkan untuk memperkuat kesiapsiagaan sehari sebelum dan saat puncak curah hujan diperkirakan terjadi. BMKG juga mengimbau agar masyarakat terus memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG seperti aplikasi InfoBMKG dan laman resmi bmkg.go.id agar tidak ketinggalan pembaruan prakiraan atau peringatan risiko terkini.
Suasana pagi hingga sore Senin, 5 Januari 2026 diprediksi akan diwarnai oleh potensi hujan lebat di wilayah barat hingga tengah Indonesia, termasuk Provinsi Sumatera Barat dan sekitarnya, berdasarkan pola atmosfer yang dianalisis oleh BMKG. Masyarakat di daerah tersebut disarankan untuk mempersiapkan langkah antisipatif seperti perlindungan rumah tangga dan evakuasi mandiri apabila hujan deras berlangsung dalam waktu lama. Cuaca ekstrem seperti ini berpotensi berdampak pada aktivitas sehari-hari dan infrastuktur publik bila tidak diantisipasi lebih dini.
Dengan adanya peringatan dini dari BMKG ini, diharapkan semua pihak dapat bekerjasama dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kondisi cuaca yang tidak stabil pada awal tahun 2026. Masyarakat diminta untuk tetap tenang namun tidak lengah, serta mengikuti instruksi keselamatan dari pihak berwenang untuk melindungi diri dan keluarga dari dampak potensi cuaca ekstrem yang mungkin terjadi.
Sumber: BMKG



