Kabasurau.co.id: Padang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas II Minangkabau mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang diprakirakan melanda sejumlah wilayah di Provinsi Sumatera Barat, Jumat, 30 Januari 2026. Peringatan ini disampaikan dalam rilis resmi BMKG yang diterbitkan pada pukul 09.00 WIB hari yang sama.
Dalam rilis tersebut, BMKG Kelas II Minangkabau menyatakan bahwa kondisi cuaca di Sumatera Barat pada hari itu diprakirakan akan didominasi oleh awan berpotensi hujan, dengan pola hujan yang tidak merata di berbagai daerah. Beberapa wilayah yang memiliki potensi hujan sedang hingga lebat antara lain Kepulauan Mentawai, Solok Selatan, dan Dharmasraya sepanjang Jumat hingga dini hari berikutnya.
“Wilayah Sumatera Barat diprakirakan didominasi kondisi berawan dengan pola hujan tidak merata,” ujar pernyataan resmi BMKG Kelas II Minangkabau dalam siaran persnya. Pernyataan tersebut menegaskan perlunya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi cuaca yang berubah-ubah di wilayah Provinsi Sumatera Barat.
Lebih lanjut disebutkan bahwa pada pagi hari wilayah Sumatera Barat diprakirakan berawan, sedangkan pada siang hingga sore hari, kondisi berawan dengan potensi hujan ringan akan terjadi di beberapa daerah seperti Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Tanah Datar, dan Limapuluh Kota. Pada malam hari, potensi hujan ringan masih tetap diperkirakan terjadi di sejumlah daerah, disertai peluang hujan sedang hingga lebat di kawasan tertentu pada dini hari berikutnya.
Berdasarkan data prakiraan cuaca tersebut, BMKG memantau bahwa suhu udara pada tanggal 30 Januari 2026 akan berkisar antara 17–31 derajat Celsius, dengan kelembaban 65–98 persen dan kecepatan angin berkisar antara 4–24 kilometer per jam. Kondisi tersebut diperkirakan akan mempengaruhi aktivitas harian masyarakat dan berpotensi menimbulkan genangan atau ancaman lainnya apabila hujan turun dengan intensitas lebih tinggi dari perkiraan.
Sebagai langkah mitigasi, BMKG mengimbau seluruh masyarakat di wilayah Sumatera Barat untuk tetap siaga dan waspada terhadap perubahan cuaca, khususnya bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan atau di wilayah yang rentan terhadap bencana hidrometeorologi.
Sumber: BMKG



