Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Ads

BPBD Padang Pastikan Seluruh Warga Batu Busuak Telah Dievakuasi Pascabanjir Bandang

kabasurau.co.id: PADANG — Pemerintah Kota Padang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memastikan seluruh warga di daerah Batu Busuak, Kecamatan Pauh, telah dievakuasi pascabanjir bandang atau galodo yang melanda wilayah tersebut. Langkah evakuasi dilakukan sebagai upaya penyelamatan warga menyusul meningkatnya intensitas curah hujan yang menyebabkan meluapnya Sungai Batang Kuranji. Kondisi ini juga mengakibatkan terputusnya akses utama jalan menuju kawasan Batu Busuak. Jum'at (2/1/2026).

Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Bapak Hendri Zulviton, menegaskan bahwa tidak ada lagi warga yang bertahan di lokasi terdampak. “Tidak ada lagi. Sebelumnya warga di sana sudah mengungsi dan sudah kita ungsikan juga,” ujar Bapak Hendri Zulviton saat ditemui di Kota Padang, Jumat. Ia menyampaikan pernyataan tersebut untuk menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait keselamatan warga pascaterputusnya akses jalan utama di kawasan tersebut.

Menurut Bapak Hendri Zulviton, sebagian penyintas banjir bandang di Batu Busuak telah diungsikan ke hunian sementara (huntara) dan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) yang disiapkan pemerintah daerah. Selain itu, sebagian warga lainnya memilih mengungsi ke rumah kerabat mereka yang berada di wilayah Kota Padang. Penempatan pengungsi dilakukan dengan mempertimbangkan faktor keamanan dan kenyamanan warga terdampak.

Untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi, Pemerintah Kota Padang menyalurkan bantuan berupa uang tunai dan paket sembako. Bantuan tunai tersebut diberikan sebesar Rp600 ribu per bulan untuk membantu warga menyewa rumah selama masa pengungsian. “Warga di sana sudah kita ungsikan ke huntara dan rusunawa, termasuk memberikan bantuan berupa uang untuk menyewa rumah senilai Rp600 ribu per bulan,” jelas Bapak Hendri Zulviton.

Ia juga menjelaskan bahwa curah hujan tinggi sejak Jumat pagi menyebabkan beberapa sungai di Kota Padang meluap. Wilayah terdampak luapan sungai tersebut antara lain Batu Busuak dan Gunung Nago di Kecamatan Pauh, Lubuk Minturun di Kecamatan Koto Tangah, kawasan Guo Lubuk Tempurung di Kecamatan Kuranji, serta Tabiang Banda Gadang di Kecamatan Nanggalo. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah untuk mencegah risiko lanjutan.

Meski demikian, Bapak Hendri Zulviton memastikan bahwa luapan air dari sejumlah sungai tersebut tidak membawa material lumpur, batu-batuan, maupun kayu-kayu besar seperti yang terjadi pada bencana banjir bandang akhir November 2025 lalu. Pemerintah Kota Padang bersama BPBD terus melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi cuaca dan aliran sungai. Pada penutupnya, BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila terjadi kondisi darurat di lingkungan masing-masing.

Sumber: BPBD Sumbar 
Baca Juga
Tags

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Below Post Ad

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Surau TV, Klik : WA Grup & Telegram Channel
Copyright © 2025 - Kabasurau.co.id | All Right Reserved