Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Bapak Abdul Ghafur, mengatakan bahwa wilayah tersebut telah mengalami galodo susulan sejak pagi hari. Saat ditemui dalam kegiatan pemantauan lapangan pada Kamis siang, ia menyebut kejadian galodo terjadi hingga empat sampai lima kali dalam sehari. “Galodo kembali terjadi, dari pagi tadi sudah 4–5 kali galodo susulan,” ujar Bapak Abdul Ghafur di Agam.
Menurut Bapak Abdul Ghafur, lokasi galodo berada di aliran Sungai Muaro Pisang yang melintasi kawasan permukiman warga. Berdasarkan dokumentasi video yang dikirimkan BPBD Agam, galodo membawa material berupa lumpur tebal dan batu-batuan berukuran besar. Material tersebut menghantam kawasan permukiman serta menutup akses jalan di sekitar lokasi kejadian.
Akibat terjangan galodo, sejumlah bangunan warga mengalami kerusakan berat. BPBD Agam mencatat sebanyak empat unit rumah rusak berat, tiga warung rusak berat, serta dua bangunan villa turut terdampak. Kerusakan tersebut menyebabkan aktivitas warga lumpuh dan menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya galodo susulan.
Hasil pemantauan menggunakan video drone menunjukkan bahwa galodo berasal dari runtuhnya tebing di wilayah Jorong Kuok Tigo Koto, Kecamatan Matur. Longsoran di bagian hulu tersebut kemudian terbawa aliran air dan turun melalui Sungai Muaro Pisang menuju kawasan permukiman di Maninjau. Kondisi ini dinilai masih berpotensi membahayakan warga yang berada di sepanjang aliran sungai.
Hingga Kamis sore, akses jalan utama Bukittinggi–Lubuk Basung dilaporkan masih terputus akibat tertimbun material galodo. BPBD Agam bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan dan upaya penanganan darurat di lokasi terdampak. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menghindari area rawan longsor hingga kondisi dinyatakan aman.
Sumber: Kata Sumbar



