Dalam konferensi pers di kantor BPS Sumatera Barat, Bapak Arman, Kepala BPS Sumbar, menyampaikan bahwa penurunan harga terjadi akibat pasokan yang lebih stabil dari sentra produksi. "Alhamdulillah, harga kebutuhan pokok mulai terkendali karena pasokan dari daerah penghasil seperti Solok dan Lima Puluh Kota meningkat. Hal ini akan meringankan beban masyarakat menjelang hari-hari besar," jelasnya, Sabtu (17/1/2026) siang.
Suasana konferensi pers berlangsung kondusif, dengan kehadiran sejumlah perwakilan pemerintah daerah, pedagang pasar, dan media lokal. Ibuk Rina Sari, Wakil Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumbar, menambahkan bahwa pemerintah terus memantau harga bahan pokok agar tidak terjadi lonjakan mendadak. "Kami bersama BPS melakukan pemantauan harian di pasar-pasar tradisional dan modern. Data ini penting untuk kebijakan pengendalian harga," katanya.
Lebih lanjut, Bapak Arman menegaskan bahwa tren penurunan harga ini harus tetap dijaga agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokok tanpa mengalami kesulitan. Selain itu, pihaknya juga mendorong koordinasi antara produsen, distributor, dan pedagang agar rantai pasokan lebih efisien. "Jika semua pihak bekerja sama, stabilitas harga akan terjaga dan inflasi dapat ditekan," ujarnya menutup penjelasan.
Pemerintah daerah juga menghimbau masyarakat untuk tetap memanfaatkan harga yang relatif stabil ini secara bijak, dengan membeli sesuai kebutuhan dan menghindari penimbunan. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan kehidupan masyarakat Sumatera Barat tetap kondusif dan ekonomi lokal terus bergerak positif.
Penutupan acara konferensi pers diwarnai sesi tanya jawab, di mana Bapak Arman kembali menekankan bahwa BPS akan terus memberikan data akurat kepada publik. "Transparansi informasi harga sangat penting agar masyarakat, pedagang, dan pemerintah dapat mengambil keputusan tepat," pungkasnya.
Sumber: Info Sumbar



