Kabasurau.co.id: PADANG — Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kota Padang sejak dini hari, Jumat (2/1), menyebabkan banjir di Jalan DPR Ujung, Gang Babussalam I, RT 04 RW 08, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam. Genangan air menghambat akses keluar masuk rumah warga dan membahayakan keselamatan penghuni. Akibat kejadian tersebut, sejumlah warga dilaporkan terjebak di dalam rumah dan membutuhkan bantuan evakuasi.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Bapak Hendri Zulviton, mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan kejadian banjir pada pukul 14.30 WIB. Ia menjelaskan bahwa banjir terjadi akibat curah hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung cukup lama dan diperparah oleh tiupan angin kencang. “Setelah menerima laporan, kami langsung menurunkan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana ke lokasi kejadian,” ujar Bapak Hendri Zulviton saat memberikan keterangan di Kota Padang, Jumat sore.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) BPBD Kota Padang segera diterjunkan untuk melakukan penanganan darurat. Petugas melakukan asesmen cepat kondisi lapangan serta mengevakuasi warga yang terjebak banjir. Langkah ini dilakukan guna mencegah risiko yang lebih besar terhadap keselamatan warga.
Dalam peristiwa tersebut, sebanyak tiga orang warga berhasil dievakuasi oleh petugas. Ketiga warga tersebut masing-masing atas nama Bapak Syafrizal (56), pekerja harian lepas; Ibuk Neneng Sumarni (47), ibu rumah tangga; serta Muhammad Gibran (9), pelajar SD Negeri 29 Dadok Tunggul Hitam. Evakuasi dilakukan karena genangan air telah menghambat akses keluar rumah dan dinilai membahayakan penghuni.
Proses evakuasi dilakukan menggunakan perahu karet oleh personel TRC PB BPBD Kota Padang di bawah komando Kepala Pelaksana BPBD bersama Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik. Seluruh korban kemudian dibawa ke lokasi yang lebih aman untuk menghindari kemungkinan banjir susulan. Langkah evakuasi dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan korban dan petugas di lapangan.
Setelah berhasil dievakuasi, ketiga warga tersebut diserahkan kepada pihak keluarga dan untuk sementara waktu dibawa ke wilayah Taruko I. Hingga saat ini, kondisi seluruh korban dilaporkan dalam keadaan selamat dan stabil. BPBD Kota Padang menyatakan bahwa data kerugian akibat banjir masih dalam proses pendataan.
Dalam penanganan kejadian ini, sejumlah unsur turut hadir di lapangan, di antaranya Ketua DPRD Kota Padang, Sekretaris Daerah Kota Padang, BPBD Kota Padang, camat dan lurah setempat, BKO Satpol PP, Kelompok Siaga Bencana (KSB), serta masyarakat sekitar. Pemerintah Kota Padang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan segera melaporkan kondisi darurat melalui layanan Padang Sigap 112 sebagai langkah antisipasi dan percepatan penanganan.
Sumber: Info Sumbar



