Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Ads

Jumlah Korban Meninggal Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumatera Barat Tembus 1.189 Jiwa


Kabasurau.co.id: Jakarta — Jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) kembali meningkat signifikan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Senin (5 Januari 2026), total korban meninggal dunia mencapai 1.189 jiwa berdasarkan pemutakhiran data terbaru. 

Menurut laporan resmi BNPB, rincian korban meninggal tersebut terdiri dari 550 jiwa di Aceh, 375 jiwa di Sumatera Utara, dan 231 jiwa di Sumatera Barat, dengan 33 korban lainnya masih dalam proses identifikasi petugas di lokasi terdampak. Data itu disampaikan sebagai bagian dari upaya pemutakhiran status situasi darurat yang masih berlangsung. 

“Berdasarkan pemutakhiran data hingga hari ini, jumlah korban meninggal dunia akibat banjir dan tanah longsor di tiga provinsi tersebut mencapai 1.189 jiwa,” ujar Bapak Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, saat konferensi pers di kantor BNPB, Jakarta. 

Tak hanya korban jiwa, BNPB juga mencatat bahwa 141 orang dinyatakan hilang dan sebanyak 195.542 jiwa terpaksa mengungsi ke tempat aman akibat kerusakan rumah dan ancaman lanjutan bencana. Kabupaten Aceh Utara menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak mencapai 67.876 jiwa. 

Di lokasi terdampak, ribuan rumah rusak, fasilitas publik terputus, dan akses transportasi terganggu, membuat proses evakuasi dan bantuan berjalan dengan berbagai kendala. Tim SAR gabungan dari TNI, Polri, BPBD, dan relawan terus bekerja siang malam untuk mengevakuasi korban serta menyalurkan bantuan logistik. 

Pemerintah telah memperpanjang masa tanggap darurat bencana di wilayah-wilayah yang paling parah terdampak serta memprioritaskan pemulihan infrastruktur vital. Di antaranya adalah pemasangan jembatan sementara jenis Bailey di kawasan yang terisolasi untuk memperlancar distribusi bantuan dan mobilitas warga. 

Pengungsi di lokasi pengungsian juga menerima layanan kesehatan darurat serta bantuan pangan, air bersih, dan sanitasi dari pemerintah daerah serta organisasi kemanusiaan. Petugas kesehatan dan psikolog pun dikerahkan untuk mendukung kebutuhan mental dan fisik warga terdampak. 

Melihat tingginya jumlah korban dan luasan dampak bencana, BNPB meminta masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan cuaca ekstrem. Masyarakat di daerah rawan bencana diimbau mengikuti arahan BPBD setempat terkait evakuasi dan kesiapsiagaan. 

Berita ini merupakan gambaran terbaru dampak kecelakaan alam di tiga provinsi Sumatra berdasarkan data resmi BNPB pada 5 Januari 2026 dan mencerminkan situasi darurat yang masih memerlukan perhatian nasional dan regional. 


Sumber: BNPB
Baca Juga
Tags

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Below Post Ad

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Surau TV, Klik : WA Grup & Telegram Channel
Copyright © 2025 - Kabasurau.co.id | All Right Reserved