Dalam arahannya, Bapak Mahyeldi Ansharullah menyampaikan bahwa awal tahun merupakan momentum penting untuk menata ulang niat dan memperkuat komitmen sebagai pelayan publik. Ia menilai, ASN perlu menyatukan langkah dan meningkatkan kualitas kinerja, terutama setelah Sumatera Barat menghadapi bencana hidrometeorologi berskala besar pada akhir November 2025. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi ujian nyata bagi kehadiran dan peran pemerintah di tengah masyarakat.
“Pemerintah harus betul-betul hadir di tengah masyarakat, terutama dalam kondisi krisis seperti pascabencana. Inilah ujian kita, bagaimana ASN benar-benar mampu melayani secara optimal,” ujar Bapak Mahyeldi Ansharullah saat menyampaikan arahan di hadapan peserta apel. Ia menekankan bahwa pelayanan publik tidak boleh berhenti pada tataran prosedur semata. Kehadiran pemerintah harus dirasakan secara langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.
Lebih lanjut, Bapak Mahyeldi Ansharullah menegaskan bahwa ASN tidak boleh bekerja sekadar menggugurkan kewajiban administratif. Ia mengingatkan bahwa masyarakat menunggu manfaat, solusi, dan keberpihakan nyata dari setiap kebijakan dan program pemerintah. “Proses itu penting, tetapi yang ditunggu masyarakat adalah hasil dan dampaknya. Di sinilah integritas dan profesionalisme kita diuji,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga mendorong penguatan inovasi di lingkungan birokrasi Pemprov Sumbar. Inovasi dimaksud dapat dilakukan melalui penyederhanaan prosedur, penerapan pola kerja yang lebih efisien, serta penguatan kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Ia berharap budaya kerja cepat dan adaptif yang terbangun saat penanganan bencana dapat menjadi karakter permanen dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Di tengah tantangan fiskal daerah, Bapak Mahyeldi Ansharullah mengajak seluruh OPD untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menggali potensi sumber pendapatan daerah. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan tetap berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan dan prinsip kehati-hatian. Menurutnya, kemandirian fiskal menjadi salah satu kunci keberlanjutan pembangunan daerah.
Memasuki tahun 2026, Gubernur menekankan pentingnya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana serta pelaksanaan program strategis daerah. Ia meminta seluruh OPD bekerja lebih fokus, lebih cepat, dan lebih kolaboratif agar hasil pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat. Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya sinergi dengan pemerintah kabupaten/kota serta kementerian dan lembaga guna mengoptimalkan pembangunan secara terpadu.
Menutup arahannya, Bapak Mahyeldi Ansharullah mengajak seluruh ASN Pemprov Sumbar menjadikan tahun 2026 sebagai tahun kerja yang lebih baik, lebih berdampak, dan lebih bermakna. “Mari kita awali tahun ini dengan niat yang lurus, disiplin, kebersamaan, dan keikhlasan. Apa yang kita kerjakan hari ini bukan hanya dipertanggungjawabkan kepada pimpinan, tetapi juga kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” tutupnya.
Sumber: Humas Sumbar



