Acara ini dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala Dinas Kebudayaan Kota Sawahlunto, Drs. Irzam K., MM, di area Museum Gudang Ransum Sawahlunto. Bapak Reza Shahab, Kepala Humas PT KAI Divre II Sumbar, dalam sambutannya menegaskan komitmen perusahaan untuk mendukung pelestarian sejarah perkeretaapian yang telah menjadi bagian penting perjalanan sosial dan ekonomi Kota Sawahlunto. “KAI Divre II Sumbar berkomitmen menghadirkan layanan perkeretaapian yang aman, andal, dan berorientasi pada pelayanan prima sambil meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan perkeretaapian,” ujarnya.
Suasana kegiatan di Sawahlunto berlangsung hangat dengan sekitar 70 peserta yang datang dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat untuk menelusuri situs-situs bersejarah. Rangkaian kegiatan diawali dari kunjungan ke Museum Gudang Ransum, dilanjutkan dengan penelusuran jalur kereta api yang kini menjadi situs wisata, termasuk Lokomotif Uap Mak Itam dan Terowongan Lubang Kalam yang menjadi saksi bisu era perkeretaapian masa lalu.
Peserta kegiatan terlihat antusias mengikuti setiap rangkaian acara karena sekaligus mendapat pengalaman edukatif mengenai peran kereta api dalam sejarah pertambangan batubara dan pembangunan kota Sawahlunto. Selain aspek sejarah, momentum ini diharapkan memberi dampak positif bagi perekonomian lokal melalui peningkatan daya tarik wisata sejarah yang diharapkan lebih dikenal oleh masyarakat luas dan wisatawan.
Bapak Reza Shahab menambahkan, sinergi antara KAI Divre II Sumbar, pemerintah daerah, komunitas lokal, dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan dapat terus terjaga agar pengembangan pariwisata berbasis warisan budaya ini berjalan berkelanjutan. “Dengan langkah ini, kami berharap kegiatan semacam ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga aset sejarah sekaligus mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan perekonomian di Sumatera Barat,” tutupnya.
Sumber: Info Sumbar



