Bapak Randi Zulfahli, Prakirawan BMKG Maritim Teluk Bayur, menjelaskan dalam siaran pers di kantor BMKG, Padang, Minggu (25/01/2026) bahwa gelombang tinggi diperkirakan terjadi terutama di perairan Timur Sipora, Barat Siberut, Barat Sipora, dan Barat Pagai dengan ketinggian mencapai hingga 4 meter. Ia menambahkan bahwa peringatan ini berlaku sejak Senin (26/01/2026) pukul 07.00 WIB hingga Kamis (29/01/2026). “Masyarakat pesisir dan pelaku kegiatan laut kami imbau untuk terus memantau informasi cuaca maritim terkini dari kanal resmi BMKG dan menunda kegiatan pelayaran bila diperlukan demi keselamatan,” ujarnya.
Suasana di Pelabuhan Muaro Padang siang ini tampak ramai dengan aktivitas bongkar muat barang dan persiapan kapal nelayan. Beberapa nelayan terlihat mengamankan perahu mereka dan mengecek peralatan keselamatan. Bapak Samsul, seorang nelayan dari Pesisir Selatan, menyatakan, “Kami selalu mengikuti informasi BMKG supaya dapat menyesuaikan jadwal melaut demi keselamatan.”
BMKG juga merinci bahwa pada periode gelombang tinggi, kondisi cuaca di perairan Sumbar akan bervariasi mulai dari cerah berawan hingga hujan ringan. Angin diperkirakan bertiup dari barat laut hingga utara dengan kecepatan yang dapat memicu peningkatan gelombang laut. Oleh sebab itu, kewaspadaan ekstra khususnya pada kapal kecil dan transportasi laut tradisional sangat dianjurkan.
Dengan adanya informasi ini, masyarakat pesisir diharapkan terus mengikuti update BMKG dan mempersiapkan segala potensi dampak cuaca maritim, termasuk penundaan aktivitas pelayaran yang berisiko tinggi hingga kondisi dinyatakan aman kembali. Kesadaran dan kesiapsiagaan ini diharapkan mampu meminimalkan kecelakaan laut dan menjaga keselamatan warga di perairan Sumatera Barat.
Sumbar: Info Sumbar



