Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Ads

Pemerintah Pastikan Pembangunan Ribuan Hunian Sementara untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumatra

Kabasurau.co.id: Jakarta, 10 Januari 2026— Pemerintah Republik Indonesia melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan pembangunan ribuan hunian sementara (huntara) bagi korban banjir dan tanah longsor di tiga provinsi di Pulau Sumatra, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Program ini merupakan bagian dari upaya pemulihan pascabencana yang telah berjalan intensif sejak akhir Desember 2025. 

Dalam pernyataannya yang diterima di Jakarta pada Sabtu (10/1/2026), BNPB menyampaikan bahwa setidaknya 9.145 unit hunian sementara telah selesai dibangun atau masih dalam proses konstruksi. Hunian ini disiapkan sebagai tempat tinggal sementara bagi keluarga yang rumahnya rusak berat akibat banjir dan longsor. 

“Beberapa unit huntara telah ditempati oleh warga sejak awal Januari 2026, sementara yang lain masih dalam pembangunan di berbagai kabupaten dan kota terdampak,” kata Bapak Suharyanto, Kepala BNPB, dalam rilis yang dipantau di sekretariat presiden di Jakarta. Ia menjelaskan bahwa fasilitas ini merupakan bentuk perlindungan dan dukungan nyata dari pemerintah kepada masyarakat yang rumahnya tidak layak huni lagi. 

Pembangunan huntara ini dilakukan bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat, Kementerian PUPR, BUMN, serta organisasi sosial untuk mempercepat penyediaan hunian sementara yang layak huni. Menurut-suara-resmi BNPB, sebagian huntara sudah terisi oleh korban bencana yang sebelumnya tinggal di pengungsian atau hunian darurat. 

Selain pembangunan hunian sementara, pemerintah juga fokus pada penyediaan akses layanan dasar, seperti air bersih, sanitasi, dan listrik sementara di lokasi huntara agar warga dapat menjalani kehidupan harian dengan lebih nyaman. Koordinasi lintas lembaga terus dilakukan demi menjamin kelancaran proses pembangunan dan distribusi fasilitas pendukung. 

Program huntara ini dinilai penting oleh berbagai pihak karena memberikan transisi yang aman dan layak bagi masyarakat terdampak sebelum proses rehabilitasi rumah permanen dimulai. Pendekatan ini dianggap sebagai salah satu strategi untuk mengurangi beban sosial dan psikologis warga setelah kehilangan tempat tinggal akibat bencana. 

Evaluasi pembangunan huntara akan terus dipantau oleh BNPB dan mitra kerja, termasuk progres pembangunan, kualitas fasilitas, serta kebutuhan masyarakat di lokasi pembangunan. Pemerintah juga mengimbau masyarakat terdampak untuk mengikuti arahan dan ketentuan pemerintah daerah dalam proses relokasi sementara ini. 

Dengan hadirnya lebih dari 9.000 unit hunian sementara, diharapkan pemerintah dapat mempercepat proses pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat di kawasan terdampak banjir dan longsor di Sumatra, sekaligus mempersiapkan langkah rehabilitasi jangka menengah hingga jangka panjang. 

Sumber: CNBC Indonesia 
Baca Juga
Tags

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Below Post Ad

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Surau TV, Klik : WA Grup & Telegram Channel
Copyright © 2025 - Kabasurau.co.id | All Right Reserved