Dalam keterangan resmi yang diterbitkan di Padang, BNPB menyebut bahwa Kabupaten Pasaman Barat, Solok Selatan, dan Dharmasraya merupakan beberapa wilayah yang terdampak cukup parah. Tingginya curah hujan menyebabkan sungai meluap dan genangan air mencapai permukiman warga, hingga ketinggian 80–120 cm di beberapa titik desa. (bnpb.go.id)
Bapak Syafril, Kepala BPBD Sumatera Barat, menjelaskan saat ditemui di Posko Penanggulangan Bencana Padang pada Rabu (7/1/2026) siang bahwa pihaknya telah menurunkan tim tanggap darurat dan bantuan logistik ke daerah terdampak. Ia menekankan pentingnya warga tetap waspada terhadap hujan susulan dan potensi longsor di kawasan lereng bukit yang rawan. (bnpb.go.id)
BNPB mencatat setidaknya 43 desa terdampak banjir di Sumbar, dengan lebih dari 2.000 kepala keluarga harus mengungsi sementara di lokasi aman. Bantuan berupa makanan, air bersih, selimut, dan terpal disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa tanggap darurat. (bnpb.go.id)
Selain banjir, beberapa wilayah di Sumatera Barat juga mengalami tanah longsor ringan, khususnya di kecamatan pegunungan dan lereng bukit. “Kami mengimbau warga untuk tidak beraktivitas di area rawan longsor selama hujan deras masih berlangsung dan selalu mengikuti arahan petugas BPBD setempat,” tegas Pak Syafril. (bnpb.go.id)
Pemerintah provinsi Sumatera Barat bersama BNPB berkomitmen untuk terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi daerah terdampak, sekaligus menyiapkan posko siaga bencana di beberapa kabupaten guna memastikan bantuan cepat sampai ke masyarakat. (bnpb.go.id)
Dengan meningkatnya intensitas hujan dan banjir awal Januari 2026, BNPB menegaskan perlunya kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah daerah untuk mengurangi risiko bencana lebih lanjut serta menjaga keselamatan warga di wilayah rawan.
Sumber: BNPB



